/
Minggu, 13 Agustus 2023 | 14:48 WIB
Miss Universe Indonesia 2023 (Instagram)

Selebtek.suara.com - Skandal pelecehan seksual yang terjadi di proses seleksi Miss Universe Indonesia (MUID) 2023 ramai diperbincangkan. Disebutkan jika kasus ini adalah yang pertama kali terjadi di ajang kecantikan tersebut.

Menanggapi hal itu, Poppy Capella, bos besar Miss Universe Indonesia mengatakan jika ada unsur politik di dalam skandal ini. Ia pun menuduh jika ada yang ingin merebut lisensi MUID darinya. 

Melalui postingannya di akun Instagram resmi Miss Universe Indonesia, Poppy Capella melihat skandal ini sangat terstruktur dan sengaja membuat citra Miss Universe Indonesia rusak.

"Sangat jelas pemberitaan yang ada dibuat sedemikian rupa dan terstruktur dengan maksud menekan saya dan menciptakan image yang negatif tentang Miss Universe Indonesia," tulis Poppy Capella dalam unggahannya di Instagram resmi MUID, Sabtu (12/8/2023).

Di pernyataan resminya itu pula, istri Datuk Wira Justin Lim Hwa Tat mengatakan telah mengantongi bukti soal tuduhan tersebut.

"Saya telah mendapatkan bukti-bukti dan informasi bahwa ini memang sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang berkeinginan mengambit alih izin Miss Universe Indonesia yang saya miliki," sambungnya.

Poppy Capella memastikan jika akan mengambil langkah hukum dan menuntut balik secara perdata maupun pidana ke orang-orang yang telah mencemarkan nama baik Miss Universe Indonesia.

"Selanjutnya saya memohon kepada pemerintah, kepolisian dan instansi-instansi terkait lainnya serta kepada publik agar lebih jeli dan tidaj terkecoh oleh pemberitaan yang tidak benar," kata Poppy Capella.

Pernyataan resmi ini pun mendapat beragam komentar netizen. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan, netizen justri membahas masa lalu Poppy Capella yang merebut lisensi dari Yayasan Puteri Indonesia.

Baca Juga: Kejutan! Ivar Jenner Masuk Skuad Utama FC Utrecht saat Lawan PSV

"Udah di putus lisensinya oleh Miss Universe, mari kita fokus ke persoalan pelecehan seksualnya ya. Kita kawal terus," tulis akun @apri***.

"Aku baca point nomor 5 kok kesel ya. Bukannya dulu dia pihak yang mengambil alih lisensi MU tanpa ada etika ke pihak YPI ya. Shame on you deh mbak," kata akun @iam_***.

"SAYA? Inikan akun Organisasi, kenapa pake kata SAYA? Kalau pake kata SAYA mending di akun pribadi," ujar akun @gaje***.

"Bahkan gada kata maaf sama sekali, Shame on you popy," tulis akun @hi.da***. (*)

Load More