- Gubernur DKI Jakarta menawarkan bantuan armada untuk mengangkut sampah wilayah penyangga Tangerang Selatan pada Rabu (4/2/2026).
- Pramono menekankan kolaborasi antardaerah adalah kunci mengatasi masalah perkotaan bersama Jakarta dan Banten.
- Ia mengusulkan pengembangan Bendung Polor untuk air bersih Jakarta serta penanggulangan banjir Banten.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melontarkan tawaran mengejutkan untuk membantu penanganan sampah di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Gubernur Banten, Andra Soni saat keduanya bertemu di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Pramono secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan armada guna mengangkut sampah dari wilayah penyangga tersebut.
"Kalau sampahnya Tangerang Selatan belum bisa di ini (kelola), saya bantuin, saya angkutin," ujar Pramono.
Tawaran ini menjadi sorotan tajam lantaran Jakarta sendiri saat ini masih berjibaku menuntaskan persoalan sampah domestik yang belum sepenuhnya teratasi.
Belakangan, fasilitas pengolahan limbah Jakarta di RDF Plant Rorotan bahkan sampai menuai protes warga karena menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan.
Namun, Pramono menekankan bahwa kolaborasi antardaerah merupakan kunci utama dalam membedah kebuntuan masalah perkotaan di kedua provinsi.
"Kami, saya dan Pak Gubernur Banten ini, merasa bahwa persoalan yang ada, baik di Jakarta dan Banten ini kalau kami tangani bersama, pasti memecahkannya lebih gampang," tuturnya.
Sebagai contoh, Pramono menyoroti urgensi ketersediaan air bersih di Jakarta yang juga bergantung pada kerja sama dengan pemerintah daerah di Banten.
Baca Juga: Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
Mantan Sekretaris Kabinet ini mengusulkan pengembangan Bendung Polor sebagai solusi simbiosis mutualisme bagi kedua wilayah tersebut.
"Saya meyakini kalau Bapak Gubernur Banten dan jajaran Pemerintah Daerah, Wali Kota dan Bupati menyetujui untuk Bendung Polor itu dikembangkan, maka akan memberikan keuntungan bagi Banten karena mempunyai catchment area untuk menahan banjir," jelas Pramono.
Pramono ingin menyulap aliran air dari Banten menjadi sumber baku air bersih yang nantinya dikelola oleh perusahaan daerah milik Jakarta.
"Bagi Jakarta, air tersebut bisa digunakan untuk menjadi air bersih yang akan dikelola oleh PAM Jaya. Nah, cara-cara seperti itulah yang akan saling menguntungkan," imbuhnya.
Kembali ke persoalan sampah, Pramono membayangkan Jakarta dapat berkontribusi pada sisi logistik jika kendalanya ada pada armada pengangkut.
"Bagaimana dengan sampah? Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh