/
Minggu, 05 Juni 2022 | 20:45 WIB
Doc. Semarang.suara.com

"Perbanyak pupuk oraganik karena pupuk kimia hanya dibutuhkan saat strarter pertumbuhan awal," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryanto, menjelaskan wabah penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus yang menyerang rongga mulut dan lidah. 

Di wilayahnya menjalankan strategi pengendalian dengan mengerahkan tim kontak para dokter hewan dan tim non kontak Babinsa dengan melakukan penyuluhan kepada para peternak dan pemilik sapi lainnya. 

"Penanganan PMK gratis alias tidak dipungut biaya," jelas Bagas. 

Vaksin hewan akan segera diusahakan dan disediakan oleh dinas pertanian. Pasar hewan saat ini belum bisa dibuka agar penyakit mulut dan kuku terkendali. 

Ia mengimbau pada warga jika memiliki hewan yang skait terindikasi virus PMK wajib untuk memisahkan atau karantina dengan yang sehat.

Masyarakat juga harus jeli untuk bisa melihat apakah hewan ternak tersebut mengidap virus PMK atau tau sehat.

apabila hewan sudah terkena virus lalu sudah diobati dan masih memiliki tanda tanda penyakit maka peternak harus menambahkan unsur penunjang untuk hewan.

"Virus PMK bisa menular lewat hewan, benda, dan udara. jadi walau kelihatan sehat maka memiliki virus maka harus tau betul, jangan mencampurkan hewan sakit dengan hewan yang sehat dan dipantau selama kira kira 14 hari," katanya.*

Load More