- Pembelajaran Ramadan 2026 fokus pada penguatan karakter, iman, dan kepedulian sosial siswa.
- Murid non-Islam tetap mendapatkan fasilitas bimbingan rohani sesuai dengan keyakinan masing-masing.
- Jadwal pembelajaran tatap muka ditetapkan mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026.
Suara.com - Pemerintah telah menetapkan skema pembelajaran selama bulan Ramadan 2026 dengan penekanan pada penguatan pendidikan karakter siswa tanpa mengesampingkan hak belajar peserta didik. Keputusan ini diambil dalam Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Ramadan dipandang sebagai momentum strategis untuk membangun iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Oleh karena itu, pembelajaran diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial serta kebiasaan positif,” ujar Pratikno dalam keterangannya.
Dalam pengaturannya, pemerintah mendorong satuan pendidikan untuk memperkuat materi keagamaan yang disesuaikan dengan keyakinan masing-masing peserta didik. Bagi murid beragama Islam, kegiatan dapat diisi dengan tadarus Alquran, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara itu, murid beragama non-Islam tetap difasilitasi melalui bimbingan rohani sesuai keyakinan mereka.
Selain aspek religi, pembelajaran juga diarahkan pada pembentukan karakter melalui kegiatan sosial edukatif, seperti pembagian takjil, penyaluran zakat, santunan, hingga kompetisi keagamaan seperti lomba adzan dan cerdas cermat.
“Kami ingin anak-anak belajar empati dan gotong royong. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas positif, termasuk gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' dan gerakan 'Satu Jam Tanpa Gawai',” tegas Pratikno.
Adapun jadwal pembelajaran selama bulan Ramadan 2026 disepakati sebagai berikut:
- 18–20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan.
- 23 Februari – 16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka.
- 23–27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan (Idulfitri).
Menko PMK mendorong pemerintah daerah dan sekolah untuk menindaklanjuti kebijakan ini dengan pengaturan teknis yang adaptif dan kontekstual tanpa mengurangi substansi kebijakan nasional. Pemerintah berharap skema ini dapat membentuk generasi yang beriman, berkarakter kuat, dan peduli terhadap sesama.
Baca Juga: Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa