SUARA SEMARANG - Barcelona telah mengkonfirmasi pada hari Rabu, 15 Juni 2022, bahwa gelandang berusia 19 tahun, Pablo Torre telah resmi bergabung dengan klub, menandatangani kontrak empat tahun di Barcelona.
Barcelona menyetujui kontrak Pablo Torre senilai 5 juta euro dan kesepakatan khusus yang bisa naik setinggi 20 juta euro.
Barcelona menuliskan trasfer ini melalui website resminya. “Rabu ini adalah hari pertama Pablo Torre di blaugrana saat dia menandatangani kontraknya dengan FC Barcelona dan harus mengenakan kaus barunya di Camp Nou untuk pertama kalinya,” bunyi pernyataan klub.
“Dia telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2026, dengan klausul pembelian 100 juta euro," tambah pernyataan di situs Barcelona mengenai rekrutan baru mereka, Pablo Torre.
Barcelona juga telah mengenalkan Pablo Torre di sesi foto dengan mengenakan Jersey Barcelona musim 2022-2023 di Camp Nou.
Torre telah menandatangani kontrak dari Racing Santander setelah penampilannya yang mengesankan dengan Los Verdiblancos.
Gelandang serang tersebut tampil 31 kali pada musim 2021-22, mencetak 10 gol dan menyumbang 12 assist.
Pablo Torre, awalnya menandatangani kontrak dengan Barcelona B, tetapi diharapkan untuk bergabung dengan tim utama pra-musim di bawah Xavi Hernandez.
Usai Pablo Torre pindah ke Barcelona, ia secara terbuka mengakui bahwa sempat menerima tawaran yang bagus dari Real Madrid.
Pablo Torre pun sempat memberi tahu YouTuber, Adri Contreras, mengapa dia menolak pinangan Real Madrid itu.
“Saya berbicara dengan Real Madrid, tetapi pada akhirnya impian saya adalah bermain untuk Barcelona,” kata Pablo Torre.
“Madrid menawarkan lebih banyak uang, tetapi bagi saya yang penting adalah bermain di Camp Nou, di atas segalanya, saya tertarik dengan rencana mereka di musim depan.
"Jelas saya langsung tertarik sejak Barcelona menelepon saya untuk pertama kali,” tambah Pablo Torre.
Ayah Pablo Torre, Esteban, juga menjelaskan bahwa pelatih Barcelona, Xavi Hernandez memainkan peran kunci dalam keputusan putranya untuk memilih Barcelona.
Ayah Pablo Torre mengatakan kepada Cadena SER bahwa panggilan telepon dari bos telah membantu menyegel kesepakatan.
Berita Terkait
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Ketika Dunia Digital Mengubah Cara Jatuh Cinta Generasi Muda
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya
-
4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG