/
Rabu, 13 Juli 2022 | 13:19 WIB
suara.com

SUARA SEMARANG - Mantan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) siap berkorban dan dikorbankan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Selasa (12/7/2022).

Ahyudin mengatakan, dirinya siap jadi korban dan dikorbankan agar ACT tetap menjadi lembaga kemanusiaan yang lebih besar manfaatnya.

"Demi Allah saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun asal semoga ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang insyaallah lebih besar manfaatnya untuk masyarakat luas tetap bisa hadir eksis berkembang dengan sebaik-baiknya,” ujar Ahyudin dikutip dari PMJ News.

Ahyudin juga siap mengatakan dirinya siap jika ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang melibatkan dirinya dan ACT.

"Oh iya apa pun, dong (siap jadi tersangka), apa pun jika sewaktu-waktu ke depan begitu ya saya harus berkorban atau dikorbankan ya," terang Ahyudin.

Ahyudin ikhlas dan berharap ACT bisa tetap ada untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Asal ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan milik bangsa ini tetap eksis hadir memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat luas, saya ikhlas. Saya terima ya dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

Pada hari ini, Rabu (13/7/2022) Polisi akan kembali memanggil Ahyudin untuk pemeriksaan dengan materi agenda sudah mengarah ke penggunaan dana dan lain-lain.

“Sudah ke materi inti, seperti penggunaan dana dan lain-lain,” tambahnya.

Baca Juga: Jadwal Resmi Liga 1 2022/2023: Bali United Hadapi Persija, Bhayangkara FC vs Persib di Pekan Pertama

Bareskrim Polri telah memeriksa Ahyudin dan Ibnu Khajar sebanyak tiga kali sejak Jumat (8/7/2022), Senin (11/7/2022) hingga Selasa (12/7/2022).

Bareskrim Polri sedang mengusut dugaan adanya penyelewengan dana di ACT, termasuk dugaan penyelewengan dana bantuan kecelakaan Lion Air Boeing JT-610 kepada ahli waris.

“Perkara (ACT) ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Load More