Tak hanya itu, iklim ideal sepanjang tahun akan memastikan semua penghuni dapat menikmati alam sekitar.
Penghuni juga akan memiliki akses ke semua fasilitas dalam lima menit hanya dengan berjalan kaki.
Fasilitas kereta api berkecepatan tinggi akan transit ujung ke ujung selama 20 menit.
Dalam pernyataannya Muhammad bin Salman mengatakan The Line akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia.
Dalam kehidupan akan saat ini dan akan menyoroti cara cara alternatif untuk hidup.
"Kita tidak dapat mengabaikan krisis lingkungan dan kelayakan hidup dihadapi kota kota di dunia dan Neom ada digaris terdepan memberikan solusi terbaru dan imajinatif untuk mengatasi masalah ini" katanya, dalam video.
Pembangunan The Line dengan desain final yang dipublikasikan pada beberapa hari lalu, adalah bagian lain yang tujukan untuk masyarakat umum dan ekspatriat dengan teknologi yang sama yang digunakan oleh kerajaan.
Poin of selling dari The Line adalah pembangunan peradaban yang futuristik, alami dan manusiawi.
Di mana yang terbaik dan tercerdas akan tinggal.
Tempat eksperimen sosial dan ekonomi yang tak tertandingi tanpa polusi dan kecelakaan lalu lintas ditambah dengan perawatan kesehatan preventif kelas dunia sehingga orang hidup lebih lama.
Di bangun berdasarkan misi kemanusiaan bukan teknologi semata, kota kognitif yang mampu memprediksi dan bereaksi terhadap apa yang dibutuhkan, bukan sebaliknya.
Di klaim The Line akan banyak pulang bisnis baru dan sekitar 380 ribu pekerjaan tercipta pada tahun 2030.
Pengembang The Line mengatakan bahwa lingkungan tanpa mobil adalah bagian dari sistem transportasi berkelanjutan 100 persen tanpa polusi dan waktu tunggu nol pengurangan perjalanan.
The Line secara efisien masyarakat akan hidup dekat selaras dengan alam yang 95 persen dijadikan hijau.
Dan tidak akan tersentuh pembangunan fisik urbanisasi.
Desain progres The Line menawarkan akses langsung tanpa gangguan ke alam.
Dalam waktu 2 menit berjalan kaki melalui ruang terbuka yang beragam akses yang merata ke pemandangan alam sekitar.
Pegunungan, hutan dan juga langit kota ini akan bebas karbon melalui penghapusan Infrastruktur padat karbon sepeti mobil dan jalan.
The Line akan berjalan dengan 100 persen energi terbarukan termasuk operasi industrinya.
Integrasi alam dan ruang terbuka akan berperan penting dalam memurnikan kualitas udara.
Semua fasilitas publik dapat diakses dalam waktu lima menit berjalan kaki dan jaringan transportasi umum yang efisien akan menawarkan perjalan ujung ke ujung hanya dalam waktu 20 menit.
Tersedia beragam layanan otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan atau fasilitas AI.
Fasilitas dalam jarak dekat akan berarti semua penghuni sering melihat keluarga dan teman melalui pertemuan yang spontan .
Untuk memastikan pembentukan ruang iklim, mikro lingkungan telah dirancang dengan cermat untuk memungkinkan untuk keseimbangan optimal sinar matahari, naungan dan ventilasi alami.
Selain itu ruang terbuka hijau di seluruh kota akan meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang tinggal, bekerja, dan berkunjung ke sini.
Desain dan konsep The Line terasa sulit dijangkau oleh nalar, bahkan saat ini ramai diperbincangkan oleh banyak arsitek serta ahli tata kota dunia, dan kemungkinan akan banyak dikaji oleh berbagi disiplin ilmu di berbagai kampus kedepannya.
Berita Terkait
-
Kondisi 10 Atlet Renang Asean Paragames Positif Covid 19, Dinkes Kota Semarang Lakukan Karantina 5 Hari
-
Daftar Lengkap Nama Pemenang MTQ Jateng XXIX 2022, Kafilah Kota Semarang Juara Umum
-
Kota Semarang Kembali Sabet Predikat Kota Layak Anak Tahun 2022
-
Peringatan Dini BMKG Hari Ini Rabu, 20 Juli 2022 Prakiraan Cuaca Cerah Berawan Sebagian Kota Indonesia
-
Peringatan Dini BMKG Hari Ini Selasa, 19 Juli 2022 Prakiraan Cuaca Cerah Berawan Sebagian Kota Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan