/
Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:39 WIB
Ilustrasi Kota Naom The Line Arab Saudi (YouTube @NAOM)

Tak hanya itu, iklim ideal sepanjang tahun akan memastikan semua penghuni dapat menikmati alam sekitar.

Penghuni juga akan memiliki akses ke semua fasilitas dalam lima menit hanya dengan berjalan kaki.

Fasilitas kereta api berkecepatan tinggi akan transit ujung ke ujung selama 20 menit.

Dalam pernyataannya Muhammad bin Salman mengatakan The Line akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia.

Dalam kehidupan akan saat ini dan akan menyoroti cara cara alternatif untuk hidup.

"Kita tidak dapat mengabaikan krisis lingkungan dan kelayakan hidup dihadapi kota kota di dunia dan Neom ada digaris terdepan memberikan solusi terbaru dan imajinatif untuk mengatasi masalah ini" katanya, dalam video.

Pembangunan The Line dengan desain final yang dipublikasikan pada beberapa hari lalu, adalah bagian lain yang tujukan untuk masyarakat umum dan ekspatriat dengan teknologi yang sama yang digunakan oleh kerajaan.

Poin of selling dari The Line adalah pembangunan peradaban yang futuristik, alami dan manusiawi.

Di mana yang terbaik dan tercerdas akan tinggal.

Baca Juga: PPKM Level 1 Luar Jawa Bali Diterapkan hingga 5 September 2022, Restoran, Mall, Tempat Ibadah Kapasitas 100 Persen

Tempat eksperimen sosial dan ekonomi yang tak tertandingi tanpa polusi dan kecelakaan lalu lintas ditambah dengan perawatan kesehatan preventif kelas dunia sehingga orang hidup lebih lama.

Di bangun berdasarkan misi kemanusiaan bukan teknologi semata, kota kognitif yang mampu memprediksi dan bereaksi terhadap apa yang dibutuhkan, bukan sebaliknya.

Di klaim The Line akan banyak pulang bisnis baru dan sekitar 380 ribu pekerjaan tercipta pada tahun 2030.

Pengembang The Line mengatakan bahwa lingkungan tanpa mobil adalah bagian dari sistem transportasi berkelanjutan 100 persen tanpa polusi dan waktu tunggu nol pengurangan perjalanan.

The Line secara efisien masyarakat akan hidup dekat selaras dengan alam yang 95 persen dijadikan hijau.

Dan tidak akan tersentuh pembangunan fisik urbanisasi.

Desain progres The Line menawarkan akses langsung tanpa gangguan ke alam.

Dalam waktu 2 menit berjalan kaki melalui ruang terbuka yang beragam akses yang merata ke pemandangan alam sekitar.

Pegunungan, hutan dan juga langit kota ini akan bebas karbon melalui penghapusan Infrastruktur padat karbon sepeti mobil dan jalan.

The Line akan berjalan dengan 100 persen energi terbarukan termasuk operasi industrinya.

Integrasi alam dan ruang terbuka akan berperan penting dalam memurnikan kualitas udara.

Semua fasilitas publik dapat diakses dalam waktu lima menit berjalan kaki dan jaringan transportasi umum yang efisien akan menawarkan perjalan ujung ke ujung hanya dalam waktu 20 menit.

Tersedia beragam layanan otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan atau fasilitas AI.

Fasilitas dalam jarak dekat akan berarti semua penghuni sering melihat keluarga dan teman melalui pertemuan yang spontan .

Untuk memastikan pembentukan ruang iklim, mikro lingkungan telah dirancang dengan cermat untuk memungkinkan untuk keseimbangan optimal sinar matahari, naungan dan ventilasi alami.

Selain itu ruang terbuka hijau di seluruh kota akan meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang tinggal, bekerja, dan berkunjung ke sini.

Desain dan konsep The Line terasa sulit dijangkau oleh nalar, bahkan saat ini ramai diperbincangkan oleh banyak arsitek serta ahli tata kota dunia, dan kemungkinan akan banyak dikaji oleh berbagi disiplin ilmu di berbagai kampus kedepannya.

Load More