SUARA SEMARANG - Berikut ini kronologi bocah SD di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang meninggal diduga karena main HP (handphone) sambil di-charge dan meledak.
Bocah SD mengalami nasib tragis hingga meninggal dunia dengan luka bakar akibat ledakan HP di dada dan lehernya.
Diduga, dia memainkan HP sambil di-charge kemudian HP meledak dan mengenai tubuhnya.
Tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan ketika korban ditemukan dan terdapat ada HP yang hancur diduga meledak di kamarnya.
Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo menuturkan, insiden ledakan tersebut terjadi dengan kondisi handphone yang digunakan hancur total.
Adapun kronologi kejadian bermula saat sang ibu melihat anaknya yang sedang tidur.
Kemudian sang ibu melihat HP yang hancur berantakan diduga meledak di dekat korban.
"Ibu korban pulang dari rumah tetangga, melihat anaknya dikira sedang tidur. Kemudian ibu korban memeriksa sekitar ruangan tiba-tiba, ibu korban melihat handphone jenis Samsung J2 Pro sudah dalam keadaan berantakan dan hancur. Diduga meledak," tutur Tony dalam siaran persnya, Jumat (5/8/2022) dikutip dari PMJ News.
Ibu korban mencoba membangunkan anaknya namun tidak ada respons.
Baca Juga: Tegaskan Tetap Masuk dalam Rencana Klub, Erik ten Hag Puji Cristiano Ronaldo Pemain Kelas Dunia
Pada tubuh korban terdapat luka bakar yang diduga berasal dari HP yang meledak tersebut.
"Setelah diperiksa menurut medis bahwa ternyata anaknya sudah dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Kapolres.
“Terdapat luka bakar di bagian dada dan leher korban," sambung Tony.
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan petugas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat HP meledak.
"Tim gabungan dari Polsek Rancah dan Koramil 1310 Rancah beserta dari pihak Puskesmas Kecamatan Rancah, mendatangi TKP dan memeriksa korban dan dinyatakan bahwa korban tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan," tegasnya.
"Diduga korban meninggal akibat main handphone sambil di-charge. Kemudian handphone meledak dan mengakibatkan korban meninggal," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Demi Beli Baju Baru, Gadis Remaja di Sampang Bunuh Anak Usia 6 Tahun, Kini Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
-
Teror di Desa Mulyorejo Jember Berlanjut, Rumah-rumah dan Kendaraan Warga Dibakar hingga Situasi Mencekam
-
10 Handphone Diperiksa Terkait Kematian Brigadir J, Komnas HAM Dapat Sejumlah Temuan Digital
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 26 Juni 2026, Kebahagiaan Menanti!
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB