/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:06 WIB
Lomba nyanyi The Voice Kedunpane napi Lapas Semarang. (Dok. Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Narapidana atau napi lapas Semarang mengikuti lomba nyanyi The Voice Kedungpane.

Lomba nyanyi The Voice Kedungpane diikuti sebanyak 50 napi dari berbagai blok penjara Lapas Semarang.

Terutama kemampuan menyanyi dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

"Lomba olah vokal digelar sebagai ajang pencarian bakat seni para narapidana," kata Kalapas Semarang Tri Saptono Sambudji, Kamis (11/8/2022).

Tri Saptono mengatakan lomba ini diperlukan dalam upaya pembinaan narapidana sebagai salah satu kegiatan rekreasional dan media untuk menyalurkan bakat, minat serta potensi seni tarik suara narapidana.

“Para narapidana ini memiliki keahlian masing-masing dan tidak sedikit dari mereka yang terampil dalam menyanyi," katanya.

Dalam lomba nyanyi The Voice Kedungpane para napi wajib menyanyikan lagu judul Tiara yang hits di tahun 1991 oleh Kriss.

Lagu Tiara ini menggambarkan tentang seseorang yang merasa ragu dan merasa tidak memiliki apa-apa karena terkurung terhukum di penjara.

Namun dia tetap semangat berharap Tiara akan tetap menerimanya apa adanya.

Baca Juga: Bangun Ketahanan Pangan Jokowi dan Ganjar Tanam 46 Ribu Bibit Kelapa Genjah di Boyolali

“Jadikan ajang perlombaan ini sebagai hiburan, menang atau kalah menjadi hal yang biasa. Yang terpenting para peserta dapat menampilkan performa yang terbaik,” pesan Kalapas.

Sergio, salah satu napi yang mengikuti lomba menyanyi tersebut mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti lomba ini.

“Saya senang bisa ikut lomba ini selain menyalurkan hobi juga menghilangkan penat sehingga semua beban yang ada terasa lebih ringan,” ungkap terpidana narkoba 5 tahun tersebut.

Penampilan mereka diatas panggung sangat memukau para juri dari mahasiswa magang Universitas Negeri Semarang dan Universitas Katholik Soegijapranata, petugas Lapas dan narapidana lain yang menyaksikan perlombaan tersebut

Load More