SUARA SEMARANG - Tarif naik transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang cuman bayar Rp 77 saja.
Masyarakat hanya dikenai tarif bayar Rp 77 saja saat naik BRT Trans Semarang dalam rangka HUT Kemerdekan RI.
Ada syarat dan cara untuk bisa bayar dengan tarif hanya cuman Rp 77 saat naik BRT Trans Semarang.
Berlaku tarif tiket BRT Trans Semarang hanya Rp 77 saat akan mulai tanggal 14 hingga 20 Agustus 2022.
Selain itu harga Rp 77 bayar tiket BRT Trans Semarang juga hanya diperuntukkan bagi pembayaran secara non tunai.
Masyarakat bisa memanfaatkan dompet digital seperti E-Card Trans Semarang, BNI TapCash, BRIZZI, Link Aja, OVO, Go Pay, AstraPay dan QRIS.
"Selain merayakan HUT RI ke 77 tahun juga untuk mendorong penggunaan transaksi non tunai di Trans Semarang," kata Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang, Hendrix Setiawan, Minggu (7/8/2022).
Hendrix menyatakan jika program promo tarif Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 Tahun ini berlaku di semua koridor dan Feeder Trans Semarang.
Sedangkan untuk transaksi tunai tetap dikenakan tarif normal yaitu Umum Rp.4000, dan Pelajar, Mahasiswa, KIA, Veteran, Lansia, Disabilitas Rp.1000.
Baca Juga: Hotman Paris Minta Bharada E Jujur Siapa yang Terlibat dalam Kasus Brigadir J Sebelum Terlambat
Sementara, bagai masyarakat yang ingin memiliki E Card Trans Semarang bisa menuju Halte Hebat seperti Balaikota, Halte Imam Bonjol Udinus, Halte Simpang Lima.
Masyarakat bisa membuat E Card Trans Semarang secara gratis di lokasi halte di atas.
Sedangkan untuk BRIZZI dan BNI TapCash bisa menuju ke Bank terdekat.
Guna lebih semarak, halte Trans Semarang juga dihias nuansa ornamen khas Kemerdekaan RI.
Berita Terkait
-
Ada Perhitungan Tarif Tiket Pesawat Terbaru, Kemenhub Minta Maskapai Jual Harga Terjangkau
-
Ini Keuntungan Justice Collaborator, Bharada E Bersiap Ajukan Diri
-
Bharada E Ajukan Diri Sebagai Justice Collaborator, Begini Syarat Pengajuannya
-
Minta Tarif Masuk Pulau Komodo Dievaluasi, Jusuf Kalla: Cukup Rp1 Juta
-
Jusuf Kalla Minta Tarif Masuk Pulau Komodo Dievaluasi, Cukup Rp1 Juta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata