SUARA SEMARANG - Anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengalami perundungan atau bully di lingkungan sekolahnya karena kasus pembunuhan Brigadir J.
Hal itu disampaikan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menerima laporan bahwa dua anak Ferdy Sambo yang berumur 14 dan 16 tahun mendapatkan bully dari teman-temannya di sekolah.
Pihak KPAI pun akan melakukan tindakan agar anak Ferdy Sambo tersebut bisa dengan nyaman mendapatkan pendidikan.
"Mereka sekolah usia 14 dan 16 dan ini masih usia anak dua orang. Dan ini sudah mulai di-bully oleh teman-temannya di salah satu sekolah," ungkap Komisioner KPAI Jastra Putra, Jumat (19/8/2022) dikutip dari PMJ News.
Pihak KPAI akan melakukan koordinasi agar kedua anak ini bisa tetap mendapatkan haknya.
"Kita melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk melakukan pendampingan agar anak-anak tidak terabaikan terutama hak pendidikan. Kemudian, tentu perlindungan rasa nyaman dan aman dimanapun anak berada," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ferdy Sambo ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.
Dalam kasus tersebut, Ferdy Sambo dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Ferdy Sambo berperan sebagai orang yang memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Baca Juga: Pilu, Siswa SD di Bone Menangis Dikeluarkan dari Gerak Jalan Karena Seragamnya Kusam
Ferdy Sambo kemudian merekayasa seolah terjadi baku tembak di rumah dinasnya untuk membuat alibi.
Kemudian pada Jumat (19/8/2022) sang istri, Putri Candrawathi menyusul ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan Brigadir J.
Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka berdasar keterangan saksi dan alat bukti.
CCTV yang berada di lokasi pun menangkap adanya Putri Candrawathi di lokasi pembunuhan Brigadir J.
Dalam skenario Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dilaporkan menerima pelecehan seksual.
Namun penyidik menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut lantaran tidak ditemukan tindak pidana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo