/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 22:32 WIB
Talenta anak desa dan panti asuhan pada fashion show Pentas Seni Merdeka di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Rural kreatif layak disebut saat puluhan model dari anak, remaja, ibu-ibu hingga para nenek tampil berlenggak lenggok memukau di atas panggung cat walk fashion show.

Mereka adalah model amatir dari desa dan panti asuhan Aisyiyah Puteri yang ada di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.

Para model memperagakan beragam busana dari kebaya, busana internasional Cina, Korea, India, busana pengantin mewah, gaun pesta elegan, hingga busana casual dan busana harian dengan design kreatif di lapangan Dusun Bulusari Desa Rejosari Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. 

Meski mereka model amatir, tak canggung dan tampak luwes mengikuti setiap hentakan musik fashion show diatas panggung, yang digelar pada Sabtu 20 Agustus 2022 lalu.

Pertunjukan yang tak biasa ini digagas Komunitas Perempuan Kreatif Bulusari Jambu (PKBJ) yang didukung penuh oleh Kesongo Point Car Wash & Caffe Tuntang Kabupaten Semarang.

Shinta Ardhan konseptor acara yang juga seorang jurnalis mengatakan konsep awal acara ini berbasis pada semangat pemberdayaan anak, perempuan dan masyarakat. 

Warga yang memiliki potensi di bidang industri kreatif dirangkul dan diberi sarana kompetisi dan panggung untuk tampil.

“Konsep ini fokusnya pada pemberdayaan anak dan remaja di pedesaan dan panti asuhan serta ibu-ibu kreatif pedesaan yang jarang mendapat wadah dan tantangan kreatif seperti ini. Banyak dari mereka yang berpotensi namun tidak ada sarana menampilkan bakat dan potensinya,” ujar Shinta.

Sehingga begitu konsep acara dipublikasikan, peminat dari bidang industri kreatif di Kecamatan Jambu banyak yang antusias bergabung.

Baca Juga: Sukses Digelar Turnamen Minisoccer Jurnalis Semarang Cup Disponsori Tokopedia

Mereka adalah para designer muda, penjahit senior, para perias muda, penata rambut, penggiat UMKM klaster kerajinan dan kuliner, produsen kopi pedesaan, musisi, fotografer, hingga para blogger.

Selain fashion show, panggung pentas seni spektakuler malam itu juga dipenuhi penampilan kreatif lainnya. 

Ada empat penari cilik tradisional, pentas nyanyi anak desa, anak panti dan ibu-ibu berbakat dari pedesaan sekitar. Dan penampilan spesial duet pantomim Farhan dan Cahyo dari SDN Rejosari serta bintang tamu Ambarawa Akustik.

Owner Kesongo Point, Retno Margiastuti mengatakan dukungan pihaknya kepada kegiatan kreatif masyarakat ini berdasar pada tantangan jaman sekarang. Era industri kreatif saat ini membuka peluang kepada siapa saja untuk berlomba-lomba mewujudkan ide kreatif yang bernilai jual.  

“Era industri kreatif harus disambut dengan semangat kreatif. Dan kegiatan seperti ini ternyata cukup sukses menyebarkan semangat menggali kreativitas bersama. Semua pelaku industri kreatif disini tampak iklhas dan gembira mengadakan aksi menarik ini. Kami sangat bangga dengan semangat mereka ,”ungkap Retno haru.

Senada dengan Retno, dokter Robby Hermawan Spog menyambut baik kreasi perempuan kreatif yang berhasil melibatkan banyak pihak di bidang industri kreatif Kecamatan Jambu ini. 

Load More