SUARA SEMARANG - Rural kreatif layak disebut saat puluhan model dari anak, remaja, ibu-ibu hingga para nenek tampil berlenggak lenggok memukau di atas panggung cat walk fashion show.
Mereka adalah model amatir dari desa dan panti asuhan Aisyiyah Puteri yang ada di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.
Para model memperagakan beragam busana dari kebaya, busana internasional Cina, Korea, India, busana pengantin mewah, gaun pesta elegan, hingga busana casual dan busana harian dengan design kreatif di lapangan Dusun Bulusari Desa Rejosari Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.
Meski mereka model amatir, tak canggung dan tampak luwes mengikuti setiap hentakan musik fashion show diatas panggung, yang digelar pada Sabtu 20 Agustus 2022 lalu.
Pertunjukan yang tak biasa ini digagas Komunitas Perempuan Kreatif Bulusari Jambu (PKBJ) yang didukung penuh oleh Kesongo Point Car Wash & Caffe Tuntang Kabupaten Semarang.
Shinta Ardhan konseptor acara yang juga seorang jurnalis mengatakan konsep awal acara ini berbasis pada semangat pemberdayaan anak, perempuan dan masyarakat.
Warga yang memiliki potensi di bidang industri kreatif dirangkul dan diberi sarana kompetisi dan panggung untuk tampil.
“Konsep ini fokusnya pada pemberdayaan anak dan remaja di pedesaan dan panti asuhan serta ibu-ibu kreatif pedesaan yang jarang mendapat wadah dan tantangan kreatif seperti ini. Banyak dari mereka yang berpotensi namun tidak ada sarana menampilkan bakat dan potensinya,” ujar Shinta.
Sehingga begitu konsep acara dipublikasikan, peminat dari bidang industri kreatif di Kecamatan Jambu banyak yang antusias bergabung.
Baca Juga: Sukses Digelar Turnamen Minisoccer Jurnalis Semarang Cup Disponsori Tokopedia
Mereka adalah para designer muda, penjahit senior, para perias muda, penata rambut, penggiat UMKM klaster kerajinan dan kuliner, produsen kopi pedesaan, musisi, fotografer, hingga para blogger.
Selain fashion show, panggung pentas seni spektakuler malam itu juga dipenuhi penampilan kreatif lainnya.
Ada empat penari cilik tradisional, pentas nyanyi anak desa, anak panti dan ibu-ibu berbakat dari pedesaan sekitar. Dan penampilan spesial duet pantomim Farhan dan Cahyo dari SDN Rejosari serta bintang tamu Ambarawa Akustik.
Owner Kesongo Point, Retno Margiastuti mengatakan dukungan pihaknya kepada kegiatan kreatif masyarakat ini berdasar pada tantangan jaman sekarang. Era industri kreatif saat ini membuka peluang kepada siapa saja untuk berlomba-lomba mewujudkan ide kreatif yang bernilai jual.
“Era industri kreatif harus disambut dengan semangat kreatif. Dan kegiatan seperti ini ternyata cukup sukses menyebarkan semangat menggali kreativitas bersama. Semua pelaku industri kreatif disini tampak iklhas dan gembira mengadakan aksi menarik ini. Kami sangat bangga dengan semangat mereka ,”ungkap Retno haru.
Senada dengan Retno, dokter Robby Hermawan Spog menyambut baik kreasi perempuan kreatif yang berhasil melibatkan banyak pihak di bidang industri kreatif Kecamatan Jambu ini.
Berita Terkait
-
Punya Kulit Sawo Matang, Begini Trik Asmara Abigail Pilih Perhiasan!
-
Pengusaha Harus Sambut Era Digital Jika Mau Bisnisnya Tetap Bertahan
-
3 Destinasi Wisata Unik di Wakatobi
-
Progres Konstruksi Capai 1 Persen, Tanah Desa Terdampak Tol Jogja di Mlati Mulai Pemberkasan Persiapan Pelepasan
-
Pemprov Jabar Siapkan Strategi Untuk Pengembangan Ekraf, Begini Tahapannya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih