Dengan nada kesal, Johnson Panjaitan pun mengatakan tidak akan melaporkan. Ia ingin baik presiden, DRP RI dan Menko Polhukam menyaksikan sendiri kejadian tersebut.
"Tidak ada gunanya melapor. Sebab dibohongi negara kaya begini . Biar pak Mahfud belajar deh lihat kenyataan ini," katanya.
"Pak Kapolrinya dan pak Mahfud belajar, sama presidenya, ini ditutup-tupi atau apa," lanjutnya.
Sementara itu, Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan jika perintah langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperbolehkan para pengacara tersangka dan korban ikut dalam rekonstruksi.
"Bapak Kapolri mengatakan transparan dan diundang semua pihak termasuk penasehat hukum tersangka dan korban atau pengacara korban, tapi faktanya sampai detik ini tak dapat surat undangan atau surat panggilan pun, tapi kami mendengar pidato Kapolri maka kami datang, tapi kemudian sampai disini tidak boleh lihat," katanya.
Berbeda dengan Johnson Panjaitan, jika Kamaruddin Simanjuntak tetap akan melaporkan kejadian dilarang atau tidak diijinkan kuasa hukum atau pengacara korban Brigadir J memasuki area rekonstruksi.
"Segera kita lapor ke bapak presiden, Kapolri, Komisi 3, dan kepada Menko (Polhukam)," katanya.
Seperti diketahui, hari ini Tim Khusus Polri tengah melaksanakan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Yosua di rumah pribadi dan dinas Irjen Ferdy Sambo.
Total ada 78 adegan yang diperagakan ulang dalam rekonstruksi kali ini. Mulai dari peristiwa di Magelang, rumah dinas hingga rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo.
Baca Juga: Seperti Musim Lalu, PSIS Semarang Bermasalah dengan Striker
Lima tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut. Mereka ialah Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.
Tag
Berita Terkait
-
Adegan Rekonstruksi di Rumah Dinas: Glock 26 Terjatuh saat Turun Mobil, Ferdy Sambo Larang Ajudannya Pungut Senpinya
-
Terungkap Dalam Rekonstruksi, Detik-detik Pistol Glock 26 yang Dibawa Ferdy Sambo Jatuh di Sekitar Area Rumah Dinas
-
Sudah Tenteng Senjata, Bharada E Sempat Berbincang dengan Ferdy Sambo di Ruangan Tengah Rumdin
-
Hadiri Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Senyum Kecut Ferdy Sambo Tuai Hujatan
-
Wapres Maruf: Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga Sesuai Keinginan Presiden
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan