SUARA SEMARANG - Kabar terbaru, pabrikan smartphone Oppo berencana menghilangkan kabel pengisi daya atau charger untuk setiap pembelian gawai baru.
Petinggi Oppo menyatakan, rencana menanggalkan kabel pengisi daya atau charger itu akan mulai dilakukan untuk beberapa line-up produk mereka.
Dibalik menanggalkan kabel pengisi daya atau charger gawai Oppo, ternyata ada manfaat dibaliknya.
Melansir laman Suara, Oppo mengumumkan akan segera berhenti menyertakan kabel charger atau pengisi daya dari kotak ritel untuk beberapa perangkat mulai tahun depan.
Billy Zhang, Wakil Presiden untuk Penjualan dan Layanan Luar Negeri Oppo menyatakan hal tersebut, selama acara peluncuran seri Oppo Reno 8 di benua biru Eropa.
Meski demikian Billy Zhang memang tak beberkan perangkat Oppo mana yang akan kehilangan kabel pengisi daya.
"Kami akan mengeluarkan pengisi daya di tahun depan untuk beberapa produk. Kami punya rencana. Tidak mudah bagi konsumen untuk mendapatkan akses ke pengisi daya SuperVOOC, jadi kami akan menyertakannya di dalam kotak," ucap Billy Zhang, seperti dikutip dari GSM Arena pada Jumat (2/9/2022).
Lebih lanjut, Billy Zhang menyataka kabel pengisi daya dijual secara terpisah di toko resmi.
Manfaatnya, pengguna yang akan mengganti perangkat tidak perlu membeli ulang kabel charger.
Baca Juga: Menanti Rilisan Vivo X Fold S, Smartphone Ini Dikabarkan Sudah Kantongi Sertifikasi 3C
Artinya, hal ini akan menurunkan populasi produk calon sampah dari produk elektronik.
"Namun, saat kami memperluas operasi bisnis kami, kami ingin mengeluarkan pengisi daya dari kotak dan memasarkannya di toko, sehingga pengguna dapat membeli pengisi daya dan terus menggunakannya bahkan ketika mereka mengganti perangkat," ujar Billy Zhang.
Sementara itu, masih melansir Suara, para pesaing Oppo banyak yang sudah mengeluarkan kabel pengisi daya dari kotak ritel.
Akan tetapi memang, para produsen tersebut menggunakan USB Power Delivery.
Artinya, ada berbagai macam jenis pengisi daya pihak pertama dan ketiga yang dapat pengguna gunakan.
Selain itu, raksasa elektronik seperti Apple dan Samsung tidak terlalu memaksakan kecepatan pengisian daya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
5 Drama Terbaru dengan Rating Tinggi Mei 2026, Masih On Going!
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
-
Dikritik Soal Artikulasi, Mahalini Akhirnya Bongkar Alasan di Balik Gaya Bernyanyinya
-
Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia
-
Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional
-
Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong
-
Kritik yang Menyentil Keserakahan Manusia dalam Kokokan Mencari Arumbawangi
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar