SUARA SEMARANG - Kawasan Kota Lama yang menawarkan suasana vintage terganggu dengan pemandangan kabel provider telekomunikasi yang melintang di sepanjang lokasi.
Beberapa kali pihak Pemerintah Kota Semarang mendapatkan masukan dari publik yang merasa bahwa kabel provider telekomunikasi tersebut mengganggu estetika Kota Lama Semarang.
Oleh karena itu, Pemkot Semarang mengambil langkah untuk menanam kabel provider telekomunikasi yang ada di kawasan Kota Lama Semarang ke dalam tanah.
Asisten II Sekda Kota Semarang, Nana Storada menyebutkan ada 11 provider telekomunikasi yang terlibat untuk melakukan penataan kabel internet di kawasan Kota Lama.
Pihaknya menggandeng Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).
Nana Storada mengatakan, pihak swasta mendukung upaya yang dilakukan Pemkot Semarang untuk menurunkan kabel di Kota Lama tersebut.
"Kami sudah melakukan beberapa kali rapat koordinasi. Dan pengerjaanya telah disepakati secara bertahap, dari Kota Lama kemudian meluas ke kawasan lain," terang Nana Storada Rabu (18/5/2022).
Untuk melakukan penurunan kabel di kawasan Kota Lama ini, Pemkot Semarang melibatkan Dinas Kominfo, Pekerjaan Umum, Perhubungan, Kecamatan dan Kelurahan setempat, serta kepolisian.
Pengerjaan penurunan kabel di Kota Lama sendiri kemudian resmi dimulai pada tanggal 12 Mei 2022 dan ditargetkan hingga akhir bulan Mei 2022.
Jalan Merak di samping Polder Tawang dipilih sebagai titik awal pengerjaan, sebelum nantinya akan menyentuh ruas jalan lainnya.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan jika upaya pembebasan kabel di udara tidak hanya direncanakan di kawasan Kota Lama Semarang saja.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengungkapkan target awal penanaman kabel melalui jalur ducting akan menyentuh kawasan segitiga emas di Kota Semarang.
"Ada 2 ruas di Kota Lama kita upayakan sebagai pilot project kawasan tanpa kabel di udara, sedangkan target ke depan yang terdekat adalah pada kawasan Segitiga Emas, yaitu sekitar ruas jalan Gajahmada, Pemuda, Pandanaran, hingga bertemu di kawasan Simpanglima Kota Semarang," tutur Walikota Semarang.
Dia menambahkan pengerjaan di kawasan Kota Lama belum bisa langsung dikerjakan lantaran masih harus dilakukan penggalian lagi.
Berita Terkait
-
Tol Banyumanik Dipadati Arus Balik Menuju Jakarta
-
Berapa Saldo E-Toll yang Dibutuhkan dari Semarang ke Jakarta untuk Arus Balik? Ini Rinciannya
-
Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup
-
Pemudik Asal Bekasi Bingung Terlantar di Tol Semarang-Solo Usai Diturunkan Bus
-
10 Cara Merapikan Kabel dan Charger agar Tidak Ruwet
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru