/
Minggu, 04 September 2022 | 15:40 WIB
iPhone 14 - Bocoran menarik iPhone 14 Melansir laman Suara, Pakar Kaspersky sebutkan banyak contoh halaman phishing yang menawarkan pembelian iPhone 14 meski belum diumumkan seperti apa ben(Macrumors)

Modus diskon iPhone 14 Pro Max

Penjahat dunia maya terhadap popularitas iPhone tidak terbatas pada peluncuran model-model terbaru saja.


Terkadang para penjahat siber tidak hanya dengan menipu korban agar membayar pesanan di halaman palsu, tetapi juga berupaya mendapatkan akses ke Apple ID mereka.

Apple ID adalah akun yang digunakan untuk mengakses layanan Apple seperti App Store, Apple Music, iCloud, iMessage, FaceTime, dan lainnya.

Meniru halaman login Apple ID standar, penyerang menipu korban untuk memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka di halaman phishing.

Kemudian penyerang akan mendapatkan akses ke semua alamat email korban dan kata sandi masuk, serta informasi kontak dan pembayaran.

Mereka juga dapat mengakses iCloud korban, tempat menyimpan foto pribadi, pindaian dokumen, dan lainnya.


Foto-foto ini nantinya dapat digunakan oleh penyerang untuk pencurian identitas atau bahkan pemerasan.

Untuk mendapatkan akses ke Apple ID, penyerang dapat memberikan penekanan kepada korban dengan cara memberi tahu mereka bahwa risiko kehilangan perangkat kapan saja dapat terjadi akibat beberapa ancaman.

Baca Juga: BLACKPINK Raih Triple Crown di YouTube Music Chart

Sebagai contoh, ahli Kaspersky telah menemukan contoh halaman phishing yang tiba-tiba muncul di layar perangkat dan memperingatkan korban bahwa “akses ke perangkat Apple ini telah diblokir karena aktivitas tidak sah”.

Untuk membuka kunci akses ke perangkat, korban ditawari untuk menghubungi nomor dukungan Apple palsu, di mana penjahat dunia maya akan menjawab.


Skema semacam itu disebut vishing (kependekan dari voice phishing), praktik penipuan meyakinkan individu untuk menelepon penjahat dunia maya dan mengungkapkan informasi pribadi dan detail bank melalui komunikasi tersebut.


Masih melansir Suara, Menurut Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky, penjahat dunia maya sering memantau tren baru jauh lebih aktif daripada pengguna biasa.

Dia menambahkan, mereka terus-menerus mencari sesuatu yang populer yang akan menarik minat orang.

Hal ini dapat digunakan sebagai umpan untuk mengelabui mereka agar memasukkan kredensial atau data pembayaran.

Load More