/
Senin, 05 September 2022 | 08:46 WIB
Ilustrasi bursa mobil bekas. Pasar ekspor mobil bekas ini pun meningkat pesat dengan nilai omset fantastis triliunan rupiah, Jepang-Rusia tampaknya senang dengan komoditas otomotif ini. (Pixabay.com)

SUARA SEMARANG - Di tengah harga minyak dunia yang membumbung tinggi, pasar ekspor mobil bekas Jepang ke Ukraina hasilkan banyak cuan, meskipun juga negara-negara global jatuhkan sanksi kepada negeri pimpinan Presiden Vladimir Putin itu atas invasi ke Ukraina.

Padahal Jepang pun juga memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia atas Ukraina, namun hal ini tak berlaku pada pasar ekspor mobil bekas dengan harga yang sudah ditentukan.

Pasar ekspor mobil bekas ini pun meningkat pesat dengan nilai omset fantastis triliunan rupiah, Jepang-Rusia tampaknya senang dengan komoditas otomotif ini.

Melansir laman Suara, mulai April 2022, Jepang setuju untuk larangan ekspor barang mewah ke Rusia sehubungan invasi negara penghasil Minyak dan Gas terbesar di dunia itu ke tetangganya Ukraina.

Aturan itu juga berlaku untuk kendaraan seharga di atas 6 juta yen, dan bila dirupiahkan berkisar Rp 640 juta.

Namun nyatanya, ada transaksi yang tidak diharamkan dalam sanksi Jepang ke Rusia karena invasi ke perang yang memakan banyak korban ke Ukraina.

Ya, diwartakan ekspor mobil bekas Jepang ke Rusia yang dibolehkan malah meningkat pesat satu dekade terakhir.


Dikutip kantor berita Antara dari Kyodo, OANA, nilai ekspor mobil bekas itu mencapai 19 miliar yen atau sekitar Rp 2,01 triliun.

Melihat data, angka ini dinyatakan 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan pada Maret.

Baca Juga: Mobil Tenaga Surya, Solusi Kenaikan Harga BBM dan Ramah Lingkungan

Diperinci lebih lanjut, pertumbuhan ekspor mobil bekas dari Toyama ke Rusia sangat menggiurkan.

Nilainya mencapai 13,7 miliar yen pada Juni 2022, dengan kenaikan hampir empat kali lipat dari Maret.

Toyama kemungkinan akan semakin penting karena pelabuhan di prefektur itu menjadi tujuan favorit kapal Rusia.

Kapal-kapal Rusia biasanya mengisi kekosongan ketika kendaraan laut yang digunakan oleh perusahaan Jepang menghentikan operasi ke Rusia terkait invasi Moskow ke Ukraina.

Sementara itu Moskow jenius dalam menjaga nilai mata uang ruble tetap kuat meski dalam kondisi sanksi ekonomi dari Barat.

Moskow juga dijelaskan telah meningkatkan permintaan Rusia untuk kendaraan bekas berkualitas tinggi dari Jepang.

Load More