SUARA SEMARANG – Viralnya kasus perdukunan, membuat masyarakat penasaran akan salah satu istilah dalam ilmu sihir, yaitu santet.
Ustad Muhammad Faizar mengatakan, santet muncul di akhir era keruntuhan Majapahit, sebelum munculnya kesultanan Islam di tanah Jawa.
“Santet adalah istilah sihir orang Jawa Timur. Karena di Jawa kala itu belum masuk kata sihir, yang diambil dari bahasa Quran. Jadi, sihir di tiap daerah namanya beda-beda,” katanya dalam talkshow yang ditayangkan di channel youtube dr. Richard Lee, (23/8/2022).
Santet merupakan singkatan dari Mesisan Bentet atau Mesisan Gantet. Mesisan Gantet artinya sekalian gantet atau sekalian lekat, gunanya untuk merekatkan hubungan.
Mesisan Bentet artinya sekalian retak sekalian hancur. Ini digunakan untuk menghancurkan, bisa membunuh, membuat sakit dan lain-lain.
Santet, secara filosofi terbagi menjadi empat warna. Filosofi warna kuning, merekatkan dua sejoli yang saling jatuh cinta.
Merah, santet karena dendam, lantas bersekutu dengan setan membuat orang yang disasar menjadi gila. Santet hitam untuk membunuh. Kemudian santet putih untuk mengobati.
Santet juga dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, tahapan pra santet. Ini merupakan tahapan sebelum santet sesungguhnya diluncurkan. Disebut juga santet raga.
Santet raga ini dilakukan dengan menyebar tanah kuburan, menaruh kotoran manusia di gerbang rumah, menaruh bangkai hewan di atap rumah sasaran.
Baca Juga: UAS dan Daniel Mananta Bahas Dukun : Kalau Mau Bersih, Dukun-Dukun Harus Ditangkap
Termasuk juga meneror lewat media sosial dan apapun itu yang dapat membuat orang yang disasar merasa tertekan. Tujuannya, melemahkan psikis orang yang akan disantet.
Kedua, santet jiwa, menggunakan metode visualisasi, atau energi. Terakhir, santet ruh. Tahap terakhir ini adalah santet yang menggunakan jasa, bantuan setan.
Ustad Faizar menegaskan, jika ilmu santet atau sihir, benar adanya. Namun, tidak semua orang dapat melakukan praktik santet. Hanya mereka yang memiliki tabiat sangat buruk dan melakukan perjanjian dengan setan. Dan tentu saja, itu berdosa.
“Tapi ada juga orang yang ngaku-ngaku punya kekuatan dukun santet. Inilah yang saat ini banyak sekali dan dipakai untuk nipu,"timpal dr. Richard.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Bogor 18 Februari 2026 Khusus Warga Muhammadiyah
-
Harga Cuma Rp350 M, Manchester United dan Barcelona Berebut Bek Dortmund Julian Ryerson
-
Bangun Komunikasi Kredibel, PTBA Borong Empat Penghargaan Public Relations Bergengsi
-
Joan Laporta Tuduh Ada Tangan-tangan Tak Tampak Ingin Barcelona Gagal Juara La Liga
-
Allegri Kibarkan Bendera Putih: Sebut Inter Favorit Scudetto, Milan Fokus Tiket Liga Champions
-
10 Hotel Bukber di Lampung dengan View Laut, Update Harga dan Promo Terbaru
-
Asisten Ten Hag Bongkar Konflik Cristiano Ronaldo di MU: Ogah Pressing, Pilih Angkat Kaki
-
Wayne Rooney Sebut Arne Slot Tak Punya Aura Kuat sebagai Pelatih Liverpool
-
Siap-Siap Ngabuburit! Ini 4 Rekomendasi Spot Berburu Takjil Paling Hits di Cibinong Bogor
-
6 Jalan Ini Jadi Prioritas Perbaikan di Banten Jelang Mudik Lebaran 2026