SUARA SEMARANG -- Cuitan pengiat media sosial, Eko Kuntadhi tuai kecaman dari berbagai pihak. Warganet ramai-ramai dukung Ning Imaz untuk membawa masalah tersebut ke ranah hukum.
Nama Eko Kuntadhi trending dalam media sosial, selama dua hari berturu-turut. Bukan karena prestasi, tapi karena dugaan perundungan pada ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Zahra.
Cuitan Eko Kuntadhi yang dinilai menghina Ning Imaz berawal dari video yang diunggah oleh NU Online. Dalam video tersebut Ning Imaz menjelaskan tafsir Surat Ali Imran ayat 14.
Oleh Eko, video tersebut lantas diunggah ulang di akun twitter pribadinya. Eko menambahkan video tersebut dengan komentar kasar, sebutan hewan dan diksi lain.
Bahkan memancing terjadinya pelecehan seksual verbal terhadap sang ustazah pada kolom komentar yang ditulis warganet.
Belakangan Eko menghapus video tersebut. Namun tangkapan layarnya sudah terlanjut beredar luas di media sosial.
Ulah Eko membuat geram banyak pihak. Warganet pun ramai-ramai ikut mengecam dan mendukung Ning Imaz untuk membawa perkara ini ke ranah hukum.
"Pola ini sudah lama dilakukan oleh Eko untuk membunuh karakter beliau-beliau dengan berbagai dalih. Kebetulan saja kali ini yang kena Bu Nyai,"komentar salah seorang warganet.
"Bisa kita lihat apa yang sudah terjadi juga pada Ustad Adi Hidayat, dan kini menimpa Ning Imaz. Hanya satu kata, penjarakan Eko Kuntadhi,"komentar warganet lainnya.
Baca Juga: Sinopsis Noktah Merah Perkawinan, Film yang Diadaptasi dari Sinetron Tahun 90-an
"Buzzer pemecah belah bangsa harus dihukum,"tambah warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta