SUARA SEMARANG - Pemerintah Semarang sedang melakukan pembangunan jalan dari Jangli menuju Universitas Diponegoro (Undip).
Saat ini progres pembangunan jalan Jangli - Undip tersebut sudah mencapai 20 persen dan ditarget rampung pada Desember 2022 mendatang.
Adapun anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan jalan Jangli - Undip ini adalah sebesar Rp27 miliar.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, pembangunan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurai kemacetan.
Terlebih lagi, saat ini kuliah sudah dimulai dengan tatap muka sehingga akan ada ribuan mahasiswa pendatang dari luar daerah yang akan memadati Kota Semarang.
"Ke depannya, pembanguann jalur ini diharapkan akan bisa memecah kepadatan lalu lintas terutama di jalur-jalur Patung Diponegoro - Tembalang - Jangli dan Dr. Wahidin. Mohon doanya agar lancar selalu," kata Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang.
Dalam pantauannya, Hendi juga meminta adanya pohon yang ditanam sepanjang jalan ini.
Selain itu, Hendi membayangkan nantinya sepanjang jalan ini cocok untuk UMKM dan pengusaha untuk membuka kafe atau restoran karena memiliki pemandangan yang indah.
Selain itu, Pemkot Semarang juga sedang menjalankan proyek pelebaran jalan di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal yang ditarget rampung Oktober 2022.
Baca Juga: Tteokbokki Instan Apakah Halal, Kue Beras Khas Korea Selatan yang Beredar di Indonesia
Proyek infrastruktur jalan baru ini diharapkan juga mampu mendorong pergerakan ekonomi warga masyarakat.
"Pembangunan Jalan Sriwijaya itu dengan swakelola kemungkinan menghabiskan anggaran Rp5 miliar dengan perkiraan bulan Oktober jadi," ujarnya.
Mengingat banyaknya proyek pembangunan jalan yang tengah berjalan, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya.
Terutama karena penyempitan jalan akibat tumpukan material. Pastikan selalu memakai helm dan mengecek kendaraan dalam kondisi yang prima.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suriyaty, menjelaskan pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder termasuk pihak TMP Giri Tunggal untuk mengantisipasi kendala di tengah pembangunan.
"Untuk yang di depan Taman Makam Pahlawan lancar terus cuma kita harus koordinasi dengan PLN karena ada satu tiang PLN yang perlu dipindah. Kalau untuk PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum) kami sudah berkoordinasi dengan Disperkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang). Pohon-pohon semua sudah ditangani tinggal PSU saja untuk yang kabel-kabel di udara," terang Suriyaty.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Rumah Kontrakan Nomor 7
-
Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026
-
Penyakit Awal Laga Bhayangkara FC: Paul Munster Bongkar Rahasia Comeback Dramatis Atas PSIM
-
Sinopsis The Facade of Love, Drakor Baru di Netflix Sajikan Kisah Perselingkuhan Panas
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
-
Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
-
Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!
-
Kolam Mendadak Merah Seperti Darah di Pagaralam, Fenomena Alam atau Ulah Warga?