/
Selasa, 27 September 2022 | 12:11 WIB
Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman rapat di DPR (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp)

SUARA SEMARANG - Tipis peluang dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman untuk jadi Panglima TNI.

Estafet kursi kepemimpinan TNI dari Andika Perkasa menurut pengamat militer tak layak disandang oleh Dudung Abdurachman.

Pengamat militer yang juga Analis Militer dan Pertahanan, Connie Rahakundini menjelaskan soal peluang tipis Dudung Abdurachman menjabat Panglima TNI mendatang.

Karenanya, Connie menyarankan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman harus legowo untuk tak lagi berambisi naik takhta menjadi Panglima TNI.

Ia menjelaskan beberapa sebab mengapa Dudung Abdurachman tipis peluang untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa.

Sebab diantaranya, menurut dia, Dudung Abdurachman telah menyalahi wewenangnya soal kasus dengan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon.

Di mana Dudung Abdurachman mengerahkan prajurit untuk menyampaikan protes terhadap anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon.

"Paling tidak KSAD itu akan menyadari kalau ini sudah salah langkah dan kubur lah mimpinya jadi Panglima, menurut saya ini telah melampaui wewenangnya," kata Connie Rahakundini, saat diskusi dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip Selasa (20/9/2022).

Kemudian, Connie Rahakundini, menyebutkan nama lain untuk direkomendasikan kepada Presiden Jokowi, untuk jadi Panglima TNI usai Jenderal Andika Perkasa pensiun, harapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman disebut pupus.

Baca Juga: Foto Teaser Album Mini Pertama Seulgi Red Velvet Berkonsep Horor

Lantas, Connie Rahakundini, menyatakan ada sosok yang pantas untuk menjadi pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Nama tersebut yakni, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

"Jadi kalau saya boleh bicara sama presiden Jokowi, udah lah panglima (TNI) besok ini pak Yudo saja lah," kata dia.

Ada alasan mengapa Connie Rahakundini mengatakan nama Yudo Margono layak menjadi Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa.

Connie Rahakundini menyatakan memilih (KSAL) Laksamana Yudo Margono karena sejalan dengan impian Presiden Jokowi.

Menurutnya Yudo Margono layak mewujudkan impian Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim.

Load More