/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 15:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan peristiwa berdarah di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022), yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia merupakan masalah besar (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SUARA SEMARANG - Buntut tragedi Kanjuruhan yang tewaskan lebih dari 180 orang (informasi sementara) hingga Ahad atau Minggu, (2/10/2022) mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dalam tragedi penuh duka di Kanjuruhan ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga seorang Bobotoh atau fans Persib Bandung itu, berharap banyak pihak introspeksi diri, termasuk stasiun televisi (TV), panitia pelaksana, dan teknik pengamanan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan peristiwa berdarah di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022), yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia merupakan masalah besar di dunia Sepak Bola.

Ridwan Kamil mengucapkan turut berduka cita, atas meninggalnya 129 penonton dan aparat petugas yang telah meninggal dunia.

"Sungguh ini adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia. Turut berduka cita atas meninggalnya 129 penonton dan aparat petugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," katanya, mengutip dari akun instagram @ridwankamil, Ahad (02/10/2022).

"Semua dari kita harus berintrospeksi atas tragedi ini. Tujuan berolahraga, pembelajaran menerima kemenangan atau kekalahan, profesionalitas kepanitiaan sebuah kegiatan olahraga, teknik pengamanan dll," tulisnya lagi.

Ridwan Kamil, menyarankan kepada penangung jawab pertandingan olahraga yang terlalu makam.

Agar jangan melaksanakan pertandingan setiap malam hanya demi rating TV.

Seperti saat laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya yang kick off pukul 20:00 WIB.

Baca Juga: Gas Air Mata dan Flare Dilarang FIFA, Tragedi Tewasnya 127 Suporter Arema FC di Kanjuruhan Jadi Sorotan

Hal ini juga sering terjadi pada jadwal pertandingan lain di Liga 1.

"Jangan selalu kejar demi rating TV dengan memaksa pertandingan selalu malam hari. Semoga kita belajar dan mengambil hikmah dari semua ini. Hatur Nuhun," jelasnya.

Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan (sumber: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Load More