/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:49 WIB
Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan, Malang (Foto Istimewa / Kontributor Suaramalang.id/Fisca Tanjung)

SuaraCianjur.id- Korban meninggal dunia akibat kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada hari Sabtu (1/10) kemarin usai pertandingan Arema FC vs Persebaya terus bertambah.

Angka korban meninggal dunia kini mencapai 174 orang.

“Kami hanya merujuk pada data resmi yang kami terima. Dari BPDB Provinsi Jawa Timur, pada jam 10.30 tadi menjadi 174 meninggal dunia,” jelas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengtuip dari Suara.com yang melansir dari Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Dirinya menyebut, data tersebut berdasarkan yang dihimpun oleh BPBP Jawa Timur. Korban meninggal bertambah sekitar 44 orang, karena data sebelumnya korban meninggal dunia hanya mencapai 130 orang.

Wagub Jatim itu juga turut menyampaikan terkii masih ada 28 supporter, yang mengalami luka berat dan 11 mengalami luka ringan.

Saat ini mereka yang mengalami luka-luka masih menjalani perwatan medis dari rumah sakit yang tersebar di delapan wilayah Malang.

“Luka berat 11 luka ringan 28 ada delapan rumah sakit yang menjadi rujukan,” jelasnya.

Ribuan suporter Aremania merengsek masuk ke dalam area lapangan di Stadion Kanjuruhan Malang, usai tim kesayangannya kalah 2-3 dari tim tamu Persebaya. Mereka mengamuk dan kecewa denga napa yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Massa yang tidak terkontrol itu membuat pihak keamanan kewalahan. Maka terpaksa melepaskan gas air mata, untuk membubarkan massa yang merusak.

Baca Juga: Viral Aksi Baim Wong dan Paula Bikin Prank KDRT ke Polisi, Deddy Corbuzier: Ini tidak Lucu!

Namun justru lepasan gas air mata itu membuat supporter yang berada di atas tribun stadion berjatuhan , hingga berebut pintu keluar. Tragedi pun tak terhindarkan.

Load More