SUARA SEMARANG – Tragedi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam Liga 1 pada Sabtu (1/10) telah menelan korban hingga 129 jiwa.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kapolri, Jendral Listyo Sigit dan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta.
Menurutnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Namun, diabaikan.
Diantaranya, antisipasi dengan usulan untuk melaksanakan pertandingan pada sore hari, bukan malam.
Kemudian, jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas Stadion Kanjuruhan, yakni 38.000 orang. Tapi usul-usul tersebut tidak dilakukan oleh panitia pelaksana.
“Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,”katanya seperti dikutip dari pernyataan melalui akun media sosial @mohmahfudmd.
Ia menegaskan bahwa bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antar supporter Persebaya dan Arema. Sebab pada pertandingan tersebut, supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton.
“Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema,”katanya.
Para korban, lanjutnya, pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter.
Baca Juga: Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang Menewaskan Lebih dari 100 Orang
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepakbola dari waktu ke waktu dan akan tersebut diperbaiki.
“Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para supporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba,”tutupnya.
Berita Terkait
-
DPR Usul Polri Periksa PT LIB Abaikan Rekomendasi Polisi Soal Jam Tanding: Apa Ada Tendensi Judi Online?
-
5 Tragedi Sepak Bola Terparah Sepanjang Sejarah, Kerusuhan Kanjuruhan Jadi Rekor Baru
-
Jokowi Perintahkan Liga 1 Dihentikan Sementara dan Soroti Hal yang Harus Dievaluasi
-
Panpel Arema Sudah Ajukan Perubahan Kick Off Lawan Persebaya Tidak Malam Hari, PT LIB Menolak Tanpa Alasan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
-
Kisah BRILink Agen Simalungun: Dulu Jemput Bola, Kini Bawa Pulang Mobil dari BRI
-
Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia
-
Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
-
Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI
-
Kasus Korupsi Petral, Sudirman Said Dicecar soal Pengadaan dan Penentuan Harga Minyak