/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:20 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SUARA SEMARANG - Duka mendalam masih dirasakan keluarga korban tragedi Kanjuruhan serta masyarakat Indonesia, Polisi hari ini malah menggelar lomba menulis artikel untuk para jurnalis/wartawan.

Aparat keamanan polisi dan TNI disorot publik lantaran tindakan kekeraan yang banyak terekam kamera dan viral di media sosial saat tragedi Kanjuruhan yang tewaskan lebih dari 100 orang Aremania, kini justru menggelar lomba menulis artikel yang terkesan untuk memperbaiki citra Polri.

Tak ada satu pihak pun hingga hari ini yang dijadikan tersangka dalam tragedi Kanjuruhan Sabtu-Ahad (1-2/10/2022), padahal gas air mata polisi yang membuat chaos stadion Kanjuruhan dan menewaskan banyak Aremania. 

Aremania juga telah menuntut Polri untuk menetapkan tersangka dalam tragedi Kanjuruhan ini, karena tak logis bencana sebesar itu tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

Akun Twitter dan Instagram resmi Divisi Humas Polri, Rabu (5/10/2022) malam mengungga poster kompetisi penulisan artikel berita dalam rangka perayaan HUT ke 71 Humas Polri.

Lomba ini disayangkan warganet yang melayangkan kritiknya pada kolom komentar.

"Pendaftaran lomba menulis artikel berita Polri 2022 telah dibuka. Lomba ini diselenggarakan untuk para jurnalis/wartawan yang akan berlangsung mulai tanggal 5-18 Oktober 2022," tulis Divisi Humas Polri.


Nah, tema kompetisinya yang mencuri perhatian banyak pihak, karena berfokus memperbaiki citra Polri.

"Tema: Apresiasi Kinerja Polri," tulis Divisi Humas Polri di pamflet kompetisinya. "Subtema: Polri yang Humanis, Berintegritas, dan Inspiratif."

Baca Juga: Polri Buat Berita di Website Resmi soal Tragedi Kanjuruhan, Isinya Banjir Kecaman

Warganet langsung menyampaikan kritiknya pada kolom komentar.

"Pak aku mau bahas penggunaan gas air mata yang humanis, berintegritas, dan inspiratif, boleh ga pak," tulis akun @ana****.

"Lomba menulis Sambo dan gas air mata," tulis akun @mr***.

"Waduh kalo lomba nulis yang temanya fiksi kaya gini susah min," tulis akun @vad***.

"Ini jatohnya lomba mengarang," tulis akun @arip***.

"100 orang yang meninggal itu karena gas air mata.. seharusnya kalian tuh minta maaf," tulis akun @mari***.

Load More