SUARA SEMARANG - Investigasi dilakukan oleh media asing asal Amerika Serikat pada tragedi Kanjuruhan pada Sabtu-Ahad (1-2/10/2022) yang menewaskan 130 orang lebih Aremania, bahkan suporter sebut dugaan mencapai 200 nyawa melayang.
Melansir Suara yang mengabarkan bila The Washington Post, media asal Amerika Serikat, mengungkap hasil investigasi mengenai kejadian mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, polisi telah lakukan hal tak masuk akal yang sebabkan ratusan nyawa melayang.
Investigasi media asing The Washington Post dengan judul "How police action in Indonesia led to a deadly crush in the soccer stadium" atau "Bagaimana tindakan polisi di Indonesia menyebabkan peristiwa mematikan di stadion sepak bola" pada Kamis (6/10/2022).
Dalam investigasi The Washington Post ini, sorotan kepada polisi karena melakukan hal tak masuk akal dalam sepuluh menit akibatnya tewaskan ratusan orang Aremania di Kanjuruhan usai laga Arema FC Vs Persebaya itu.
Ya. berondongan amunisi gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Indonesia ke Aremania di lapangan dan tribun sepak bola menjadi pemicu kejadian fatal yang menewaskan sedikitnya 130 orang.
Penembakan gas air mata oleh polisi, sedikitnya meroketkan 40 amunisi ke arah kerumunan Aremania dalam rentang waktu 10 menit.
Hal inilah membuat suasana chaos dan berkabut oleh gas air mata, dan membuat penggemar berhamburan mengalir mencari pintu keluar.
The Washington Post merinci bila polisi Indonesia melanggar protokol nasional dan pedoman keamanan internasional untuk pertandingan sepak bola.
Adapun, The Washington Post turut mengungkap 40 amunisi yang digunakan polisi Indonesia meliputi gas air mata, flashbang dan flare.
Baca Juga: BTS ARMY Berikan Bantuan ke Korban Tragedi Kanjuruhan Hingga Rp 447 Juta
Dari berondongan tembakan amunisi itu, banyak suporter terinjak-injak hingga meninggal dunia.
Atau bahkan tertimpa tembok dan gerbang logam karena beberapa pintu keluar ditutup, menurut penyelidikan.
Tinjauan yag dilakukan The Washington Post, tersebut berdasarkan pemeriksaan lebih dari 100 video dan foto.
Kemudian wawancara dengan 11 saksi dan analisis oleh pakar pengendalian massa dan pembela hak-hak sipil.
The Washington Post mengungkapkan bagaimana penggunaan gas air mata oleh polisi dalam menanggapi beberapa ratus penggemar yang memasuki lapangan menyebabkan kerugian besar.
Gelombang mengerikan terjadi di ujung selatan stadion Kanjuruhan, di mana korban selamat mengatakan sebagian besar kematian terjadi. Beberapa pintu terkunci, kata saksi mata, yang semakin memicu kepanikan.
Berita Terkait
-
Aremania Kirim Surat Somasi untuk Presiden Jokowi Terkait Tragedi Kanjuruhan, Ini Isinya
-
Puncaki Klasemen Grup, Timnas Indonesia jadi Sorotan Media Asing
-
Ini Respon Jokowi dan Menpora saat Ditanya Siapa yang Harus Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan
-
Umuh Muchtar Minta Jangan Saling Menyalahkan dalam Peristiwa Kerusuhandi Stadion Kanjuruhan
-
Update Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi 574 Orang, Per Kamis 6 Oktober 2022
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Fendi, Celine, hingga Valentino Diskon Besar! Semuanya Promo dari BRI
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM