/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:44 WIB
Plt Walikota Semarang saat kuliah umum di kampus IPDN. (Dok. Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita kenalkan strategi bangkitkan pariwisata paska pandemi dalam kuliah umum (general stadium) di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus Jatinangor Bandung, Selasa (18/10/2022).   .

Kota Semarang kata Walikota Mbak Ita mengaplikasikan konsep kemandirian UMKM dengan membentuk gerakan Kampung Tematik.

Dari 177 kelurahan di Kota Semarang diberikan pendanaan untuk membuat wilayahnya mengembangkan kekuatan atau keunggulan komparatif yang dimilkinya lewat program Kampung Tematik 

Perlahan tapi pasti, sektor pariwisata mampu mendorong perekonomian Kota Semarang paska pandemi lewat Kampung Tematik. 

"Ada 3 strategi yang kami usung dalam pengembangan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu menekan kebutuhan ekonomi, menumbuhkan peluang ekonomi, dan mendorong pelaku ekonomi," kata Mbak Ita.

Total ada 250 Kampung Tematik yang mampu menjadi daya pikat pariwisata. Efeknya juga ikut menumbuhkan sektor UMKM yang ternyata ikut bangkit.

UMKM dengan memberdayakan potensi lokal, sentralisasi usaha melalui Kampung Tematik ini dinilai mampu menciptakan destinasi wisata belanja di Kota Semarang. 

"Kampung tematik menjadi simpul-simpul bagaimana pemberdayaan UMKM dapat berjalan," katanya.

Mbak Ita menjelaskan, setiap kampung awalnya diberi stimulus sebesar 200 juta per kelurahan sebagai modal awal. 

Baca Juga: Kesaksian Toxic Relationship Clara Tan Asia's Next Top Model: Disiksa Habis-Habisan, Disuruh Makan Muntahan

Dengan mengusung Bergerak Bersama, pemerintah Kota Semarang juga menggandeng sektor swasta sebagai mitra dalam pengembangan CSR pada tiap Kampung Tematik tersebut.

"Memang belum semua kampung berjalan sesuai harapan, tetapi bagi kampung yang berkembang akan ada pembinaan dari stakeholder melalui program CSR," lanjut Ita. 

Dukungan terhadap pelaku UMKM juga ditunjukkan melalui berbagai program seperti mempermudah izin usaha, mendorong digitalisasi UMKM, hingga menggelar pameran dan berbagai bazaar sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. 

Agar program-program yang ada dapat berjalan efektif, Pemerintah Kota Semarang menggandeng pihak swasta dengan cara kemitraan, sponsor, hingga implementasi program CSR. 

Pemerintah Kota Semarang juga mengambil sikap serius terhadap arahan Presiden Jokowi yang menghimbau masyarakat untuk liburan di dalam negeri saja demi menjaga devisa agar tidak lari ke luar negeri. 

Karenanya, Ita bersama jajarannya terus berinovasi membuat event-event menarik sebagai atraksi destinasi wisata di Kota Semarang. 

Load More