/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 18:07 WIB
Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG –  Di gelar lomba inovasi bahan makanan pendamping beras oleh Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari dengan menggunkan bahan pokok berupa jagung.

Inovasi bahan makanan ini sebagai upaya dalam menciptakan ketahanan pangan selain menggunakan beras dalam keseharian. Hal ini untuk menghadapi isu resesi energi dan pangan akan terjadi pada 2023.

Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita langsung turun tangan menilai lomba inovasi bahan makanan yang menggunakan bahan dasar jagung itu.

“Inovasi dari kelurahan Kaligawe dalam pelayanan masyarakat, ada lomba masak menggunakan bahan pokok jagung sebagai pendamping beras," kata Mbak Ita, di halaman Kelurahan Kaligawe Minggu (29/10/2022).

Inovasi tersebut diaprsiasi Mbak Ita, sebab dengan mengenalkan bahan makanan jagung maka masyarakat akan terbiasa suatu saat tak mengkonsumsi beras sebagai makanan utama.

"Diprediksi ada resesi pangan dunia pada 2023 maka setidaknya orang tidak kaget saat mengganti jagung dari beras," katanya.

Dalam lomba inovasi ini, berbagai macam jenis olahan makanan dari jagung berhasil diciptakan oleh para peserta berupa berupa kudapan, cemilan, sampai makanan berat.

“Ini wujud bagaimana ketahanan pangan bisa terjadi, tidak bergantung pada beras karena banyak bahan yang bisa digunakan. Misalnya seperti jagung dan lainnya,” tuturnya.

Selain lomba olahan pendamping beras, juga dilakukan lomba balita sehat dan lomba memasak nasi goreng antar kelurahan, dan ketua LPMK yang ada di Kecamatan Gayamsari.

Baca Juga: Song Joong Ki dan Kim Tae Ri Bantah Rumor Kencan

Camat Gayamsari, Agus Djunaedi menyampaikan lomba digelar agar masyarakat terhibur dan mengetahui ada layanan kependudukan yang dilakukan pada akhir pekan.

Layanan akhir pekan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kepengurusan seperti pembuatan KTP, akta lahir, akta kematian, layanan kesehatan atau administrasi lainnya.

“Inovasi kami lakukan, agar warga yang sibuk bekerja pada hari biasa, bisa melakukan kepengurusan kependudukan setiap akhir pekan. Lomba dan bazar kita buat, agar warga mau memanfaatkan layanan ini,” katanya.

Load More