/
Senin, 31 Oktober 2022 | 18:05 WIB
Jawab Pertanyaan Hakim Mata Susi Selalu Lihat ke Atas, Jaksa Curiga Saksi Dengar Pakai Handsfree

SUARA SEMARANG - Tampak saksi Susi dalam mengungkapkan keterangan kepada hakim terlihat kedua mata melihat ke atas. Pemandangan ini membuat jaksa penuntut umum curiga jika ada yang menuntun ucapan saksi.

Saksi Susi, adalah asisten rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati yang memberikan keterangan dalam sidang terdakwa Bharada Eliezer kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Jaksa curiga dengan gerak-gerik saksi Susi saat menjawab pertanyaan hakim dengan jeda dan posisi mata ke atas.

"Saudara jujur saja, saudara saksi di dalam memberikan keterangan apakah saudara saksi ada menggunakan handsfree? Ada yang mengajari saudara?," tanya jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Susi kemudian menjawab dengan pasti tidak ada, atau tidak menggunakan handsfree. 

Jaksa kembali menanyakan untuk memastikan dengan jawaban Susi terkait alat dengar handsfree.

"Dipastikan itu tidak ada?," kata  jaksa kembali.

"Tidak ada," timpal Susi.

Jalannya sidang, keterangan Susi memang menggemaskan hakim dan jaksa. Sepanjang bersaksi di sidang, Susi kerap dicecar hakim hingga JPU. Sebab dia terindikasi memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Baca Juga: Susi oh Susi, Dari Banyak Bohong, Bikin Jengkel Hakim Hingga Terancam Jeratan Hukum

Ketua majelis hakim Wahyu Iman Santosa bahkan mengancam akan menetapkan Susi sebagai tersangka apabila terbukti memberikan keterangan bohong atau palsu. 

Hakim juga akan langsung menkonfrontir dengan Kuat Maruf pada Rabu (2/11/2022) terkait jawaban kesaksian Susi.

Keterangan Saksi Susi Beda dengan BAP

Awalnya JPU meminta izin majelis hakim untuk mengkonfrontir isi berita acara pemeriksaan (BAP) Susi dan Kuat terkait kejadian di Magelang, Jawa Tengah.

"Saat saya di teras rumah melalui jendela kaca teras rumah ke arah anak tangga saya melihat Nofriansyah Yosua mengendap-endap menuruni tangga seolah-olah mencari apakah ada orang di bawah lantai. Kemudian saat itu karena muka Nofriansyah keadaan merah seperti orang ketakutan. Selanjutnya saya gedor kaca jendela sambil saya teriak ke Nofriansyah woy. Namun ternyata atas teriakan tersebut Yosua malah lari ke dapur. Kemudian saya susul ke dapur," tutur jaksa membacakan isi BAP Kuat Maruf.

"Ini kan jelas berbeda dengan keterangan suadara yang mengatakan suadara bersama Kuat di garasi dan tidak melihat tangga. kapan berteriaknya jika demikian? Kapan suadara Kuat menyuruh?," tanya jaksa.

Load More