/
Minggu, 06 November 2022 | 17:54 WIB
Sosialisasi Call Center 112 panggilan bantuan darurat Kota Semarang. (Kominfo Kota Semarang)

SUARA SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menyediakan layanan gratis Call Center 112 untuk kebutuhan panggilan darurat bagi semua masyarakat secara gratis.

Layanan Call Center 112 merupakan nomor tunggal untuk panggilan dalam keadaan darurat di semua pelosok Kota Semarang.

Masyarakat bisa memanfaatkan Call Center 112 secara 24 jam non stop untuk kebutuhan bantuan darurat seperti kebakaran, bencana alam, kriminal.

Call Center 112 juga bisa untuk memanggil bantuan darurat permasalahan KDRT, kecelakaan, ambulance darurat, pengurusan jenazah, sampai evakuasi ODGJ atau orang gila.

"Kami paham bahwa sebagian masyarakat masih bingung harus telpon ke mana saat terjadi hal darurat. Untuk itu sengaja kami buat kampanye bertajuk #darurat112aja," kata Soenarto Kepala Diskominfo Kota Semarang, saat sosialisasi Call Center 112 di Car Free Day Simpanglima, Minggu (6/11/2022).

Ia mengatakan, Call Center 112 sebagai layanan bantuan darurat masih belum maksimal dimanfatkan oleh masyarakat Semarang.

Hasil survei yang dilakukan, menunjukkan bahwa baru sebesar 56,2 persen masyarakat yang tahu mengenai nomor darurat 112, dan hanya 18,3 persen yang pernah menggunakan fasilitas tersebut.

"Dengan nada khasnya untuk memudahkaan masyarakat menghafal layanan nomor darurat 112 ini dan dapat getok tular ke tetangga dan saudara yang membutuhkan,” katanya.

Yang perlu diingat, imbuh Soenarto,  layanan darurat ini mudah karena hanya ada satu nomor untuk berbagai kondisi, beroperai selama 24 jam non stop, serta tanpa biaya panggilan. 

Baca Juga: Tiket KA Libur Natal dan Tahun Baru Bisa Dibeli Mulai 7 November 2022

“Maka harapannya masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini jika mengalami hal terdesak. Jika terjadi hal darurat, ingat 3T, yaitu Tenang agar dapat bertindak tepat, Tolong, dan Telepon Call Center 112 agar dapat ditangani dengan cepat oleh pihak terkait,” kata Kadinas.

Aksi kampanye dimulai dengan long march yang diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari dinas-dinas yang berkaitan dengan kegawatdaruratan seperti Diskominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Kebakaran, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Sosial, Disperkim, BPBD, PMI, serta komunitas relawan Bankom Polrestabes, Sriti, Mik Semar Sigap, dan Ubaloka.

Peserta kampanye bersama-sama berjalan mengelilingi area CFD Simpanglima dengan membawa poster-poster menarik sembari menyerukan yel-yel edukasi mengenai layanan darurat 112. 

Peserta kampanye juga terlihat melakukan edukasi secara personal kepada masyarakat pengunjung CFD sambil membagikan merchandise bertuliskan #darurat112aja hasil kolaborasi dari para sponsor.

Sosialisasi Call Center 112 panggilan bantuan darurat Kota Semarang. (sumber: Kominfo Kota Semarang.)

Salah satu pengunjung CFD, Roni Gunawan (29) mengatakan jika dirinya baru mengetahui soal Call Center 112. 

“Luar biasa ternyata Semarang punya layanan darurat seperti 911. Kami pasti akan merasa aman jika ada 112,” ujarnya antusias.

Hal senada diungkapkan Nur Afiani (37) kalau ia dan warga lainnya pasti membutuhkan layanan 112 ini. "Terima kasih Pemkot Semarang, akan saya sebarkan informasi ini ke tetangga kami,” kata Nur.

Acara kampanye #darurat112aja juga menghadirkan pojok layanan vaksin, donor darah, konsul gizi, konsul gigi, cek gula darah, cek tensi dari Dinas Kesehatan dan PMI serta stand photobooth dengan kostum pemadam kebakaran bagi anak dan dewasa.

Load More