/
Jum'at, 11 November 2022 | 09:27 WIB
4 Legenda menangani PSIS Semarang (psis.co.id)

SUARA SEMARANG - Pertanyaan kapan pelatih kepala PSIS Semarang diperkenalkan kepada publik masih menjadi misteri bagi para pendukung Mahesa Jenar.

Padahal manajemen PSIS Semarang pernah mengatakan bahwa pelatih kepala akan dikenalkan pada bulan Oktober 2022.

Namun hingga November 2022, posisi pelatih kepala PSIS Semarang masih kosong.

Di awal November 2022, PSIS Semarang malah merombak formasi di jajaran asisten pelatih.

Sebut saja I Komang Putra yang awalnya berposisi sebagai asisten pelatih, kini digeser kembali ke pelatih kiper PSIS Semarang setelah Rory Grand memutuskan pulang ke Inggris.

Dalam menggembleng penjaga gawang Laskar Mahesa Jenar, I Komang Putra ditemani asisten yang merupakan eks kiper PSIS Semarang, yakni Basuki Setyabudi.

"Kami datangkan Basuki untuk mendampingi coach Komang. Untuk posisi kiper, memang harus ada beberapa pelatih supaya lebih detail dan cekatan dalam mengevalusi kekurangan-kekurangan kiper PSIS,” ujar CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi pada Selasa (1/11/2022).

Mantan bek PSIS Semarang, Idrus Gunawan juga didatangkan PSIS Semarang untuk mengevaluasi, terutama bagian lini bekalang.

"Walaupun kompetisi masih berhenti, kami terus lakukan evaluasi-evaluasi. Salah satunya mendatangkan asisten pelatih tambahan. Seperti coach Idrus kan dia dulu pemain belakang, jadi biar dia lebih detail apa saja kekurangan di lini belakang untuk memberi report ke pelatih kepala," ujar General Manager PSIS, Wahyoe "Liluk" Winarto.

Baca Juga: Elkan Baggott Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

Diketahui, selama BRI Liga 1 2022/2023 berlangsung, hampir setiap pertandingan PSIS Semarang selalu menderita kebobolan.

PSIS Semarang hanya mencatatkan clean sheet saat melawan Persis Solo pada 3 September 2022 lalu.

Hal itulah yang menjadi PR bagi Idrus Gunawan dan kedua tim pelatih kiper untuk mempekuat pertahana PSIS Semarang.

Satu lagi mantan bek PSIS Semarang, M Ridwan diberi tugas manajemen untuk menjadi kepala analisis tim senior.

Yoyok Sukawi mengatakan tenaga M Ridwan dibutuhkan karena di tim senior memang butuh detailing di semua lini untuk menatap kompetisi Liga 1.

"Coach Ridwan kami beri tugas tambahan untuk menjadi kepala analisis tim senior. Harapannya supaya detail-detail di tim senior seperti taktikal benar-benar matang. Selain itu, coach Ridwan juga dapat diskusi dan saling memberi masukan kepada tim pelatih mengenai perbaikan-perbaikan di tim ini," tutur Yoyok Sukawi.

Load More