SUARA SEMARANG - Pemain PSIS Semarang, Taisei Marukawa merasa dirinya cocok dengan sepakbola Indonesia.
Di musim lalu sebelum membela PSIS Semarang, Taisei Marukawa langsung mendapatkan beberapa penghargaan individu bersama Persebaya Surabaya.
Kemampuan Taisei Marukawa dalam dribel sangat dia maksimalkan di gaya permainan sepakbola Indonesia sehingga langsung menjadi sorotan.
"Saya memang tipikal pemain yang menggunakan dribel, hal ini cocok dengan sepakbola Indonesia," kata Taisei Marukawa di YouTube PSIS Semarang.
Di sisi lain, Taisei Marukawa mengakui bahwa dirinya merasakan kepanasan ketika bermain sepakbola Indonesia.
Namun hal tersebut tidak menjadi kendala baginya dan masih bisa mengatasi hal tersebut.
"Indonesia sangat panas. Tapi saya bisa kalau harus bertahan 90 masih bisa," ungkapnya.
Saat Piala Presiden 2022, Taisei Marukawa juga pernah mengatakan bahwa dirinya lebih nyaman bermain malam hari.
Selain itu, atmosfer pertandingan malam hari juga dia rasakan berbeda karena penonton yang datang lebih meriah.
Baca Juga: Ketahuan Hisap Rokok di Bangku Cadangan Radja Nainggolan Kena Usir dari Tim Utama Klub di Belgia
Untuk masalah bahasa, Taisei Marukawa tidak terlalu kesulitan karena selain menguasai bahasa Inggris, pemain asal Jepang tersebut juga sudah belajar bahasa Indonesia.
Instruksi umum di lapangan juga sudah dia pahami meskipun menggunakan bahasa Indonesia.
"Kanan, kiri, sabar. Itu saya paham," tambahnya.
Terlebih lagi, di Indonesia Taisei Marukawa mengaku diperlakukan baik oleh siapa saja, baik itu pendukung, pemain, maupun ofisial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Maarten Paes Belum Cukup, Jordi Cruyff Bakal Menggila Bawa Pemain Top ke Ajax
-
The Grand Platinum Jakarta Mempersembahkan "Three Signature Collaborations" Bagi 3 Perayaan Istimewa
-
Pacifiic Bike Bawa Jajaran Sepeda Motor Listrik Baru dan Umumkan Aktivitas Ekspor di IIMS 2026
-
PORSIBA FC Raih Runner Up Liga 4 Zona Sumsel, Torehan Prestasi Lebih Baik dari Musim Lalu
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
-
Begini Strategi Telkom Hadapi Disrupsi Teknologi dan AI
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Human Resource hingga I Was A Stranger
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an