/
Minggu, 04 Desember 2022 | 06:38 WIB
Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa] (Istimewa)

SUARA SEMARANG - Kronologi Perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Bagas Firmasiaga yang jadi pelaku pemerkosaan terhadap prajurit TNI wanita dari Kostrad, dengan dalih manis perdayai korban.

Dengan kuasanya, Perwira Paspampres bernama Bagas Firmasiaga itu memperdayai korbam di sebuah kamar hotel saat KTT G20 Bali.

Adapun Perwira Paspampres Bagas Firmasiaga dan korban diketahui sedang dalam tugas pengamanan KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Adapun korban pemerkosaan Perwira Paspampres Bagas Firmasiaga itu anggota TNI yakni seorang prajurit wanita (Kowad) dari Divisi Infanteri 3/Kostrad, Letda Caj (K) GER.

Melansir laman Suara, korban mengalami trauma dan dalam proses pemeriksaan medis.

Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Kisdiyanto kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

"Masih dalam pemeriksaan medis," kata Kisdiyanto melansir Suara.

Lebih lanjur, Kisdiyanto belum bisa menjelaskan secara detail begaimana kondisi korban saat ini.

Krisdiyanto mengatakan, korban masih dalam pemeriksaan lanjutan oleh Pomdam IV/Hasanudin.

Baca Juga: Cobaan Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat, Dua Kali Anak Buahnya Berulah hingga Buat Gibran Marah dan Jenderal Andika Perkasa Bersikap Tegas

Kasus ini mencuat di publik, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa buka suara terkait dugaan seorang perwira di Paspampres yang perkosa prajurit saat KTT G20 Bali. (sumber: (SuaraJogja.id/Hiskia Andika))

Diperkosa Di Hotel

Kronologi kasus dugaan pemerkosaan anggota TNI itu terjadi di salah satu hotel di Bali pada tanggal 15 November 2022 malam.

Mayor BF disebut datang menemui korban dengan dalih koordinasi tugas.

Adapun kondisi korban disebut tengah tidak enak badan.

Bagas Firmasiaga dengan bujuk rayu melakukan tipu daya koordinasi Mayor BF berhasil dan pada akhirnya terjadilah pemerkosaan.

Saat korban bangun di pagi hari dan sudah mendapati dirinya dalam keadaan tanpa busana. Ia disebut benar-benar terpukul dan trauma.

Load More