/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 13:15 WIB
Pemain PSIS Semarang Jonathan Cantillana dan Riyan Ardiansyah (instagram @psisofficial)

SUARA SEMARANG - PSIS Semarang mendatangkan pemain asal Jepang untuk menjalani trial selama satu bulan.

Jika pemain trial tersebut lolos seleksi, bukan tidak mungkin akan menggantikan posisi Jonathan Cantillana yang dikabarkan akan hengkang pada bulan Desember 2022.

Pemain trial asal Jepang tersebut bernama Ryo Fuji yang berposisi sama seperti Jonathan Cantillana, yakni gelandang.

Di klub lamanya, Ryo Fuji berposisi sebagai gelandang bertahan dan bisa diposisikan sebagai gelandang kanan.

Ryo Fuji sempat membela akademi klub elite Amerika Serikat, LA Galaxy, dan sempat berkostum tim La Galaxy II pada musim 2014/2015.

Kemudian ia memperkuat tim liga Swedia, Nykoping BIS, kemudian hijrah ke liga Filipina memperkuat Global FC, dan terakhir bersama tim liga Filipina lainnya, Kaya FC-Iloilo sejak tahun 2021.

Bersama klub Kaya FC-Iloilo di kompetisi Philippines Football League musim 2022/2023, Ryo Fuji tampil lima kali, mencatatkan satu gol dan satu assist.

Selain itu, ia bersama klubnya juga tampil di AFC Cup 2022, tampil penuh sebanyak tiga kali dan mencatatkan dua assist.

Kedatangan Ryo Fuji sebagai pemain trial PSIS Semarang itu dibenarkan oleh CEO Yoyok Sukawi.

Baca Juga: Amanda Manopo Punya Pacar Baru? Diduga Punya Hubungan Spesial dengan Pria Ini

"Ryo kita datangkan untuk trial di PSIS selama satu bulan. Hari ini dia akan tes kesehatan dan fisik di ISMC Jakarta," kata Yoyok, Rabu (14/12/2022) dikutip dari ayosemarang.com.

"Kalau lolos, Ryo langsung gabung tim untuk dilihat kesiapannya. Kalau memenuhi syarat akan kita daftarkan di putaran kedua nanti," sambung Yoyok Sukawi.

Sebelum Ryo Fuji, PSIS Semarang juga sempat mendatangkan gelandang asal Kroasia, Duje Javorcic.

Duje Javorcic sempat digadang-gadang para suporter akan menjadi pengganti Jonathan Cantillana.

Namun Duje Javorcic rupanya dianggap tidak memenuhi syarat sebagai pemain PSIS Semarang.

Ada beberapa hal yang menjadi penilaian tim pelatih, salah satunya adalah kekuatan fisik Duje Javorcic yang tidak seperti yang diharapkan.

Load More