/
Rabu, 21 Desember 2022 | 09:24 WIB
Ilustrasi fenomena Solstis Matahari (Pixabay)

Lantas apa dampak fenomena Solstis di Indonesia? Bagi negara yang berada di sepanjang garis khatulistiwa atau ekuator, seperti Indonesia, tidak akan banyak berdampak.

Namun bagi negara-negara di belahan bumi Utara dan Selatan akan merasakan perbedaan durasi malam dan siang yang sangat signifikan.

Misalnya kota Hamburg (Jerman) yang berada di belahan Bumi utara ketika terjadi Solstis Juni akan mengalami siang hari selama 17 jam. Namun saat Solstis Desember siang hari di sana hanya 7,5 jam.

Pada saat yang sama, bisa terjadi hal yang berkebalikan bagi wilayah Bumi selatan, seperti kota Melbourne (Australia). Saat Solstis Juni, siang hari di Melbourne justru hanya 9,5 jam. Tapi ketika Solstis Desember di sana durasi siang hari mencapai 15,25 jam.

Sehingga perubahan empat musim di negara-negara ini bisa berbeda dari sebelumnya.

Indonesia, perbedaan siang hari pada Solstis Juni dan Solstis Desember tidak terlalu signifikan. Berikut ini daftarnya mengutip dari situs BRIN:

- Kupang

Solstis Juni: siang hari 11,5 jam

Solstis Desember: siang hari 12,75 jam

Baca Juga: Live Streaming Nonton Gerhana Bulan Total dan Cantiknya Muncul Blood Moon dari Sabang sampai Merauke

- Pulau Jawa

Solstis Juni: siang hari 11,65-11,75 jam

Solstis Desember: siang hari 12,55-12,45 jam

- Pontianak

Solstis Juni: siang hari 12,1 jam

Solstis Desember: siang hari 12,1 jam

Load More