SUARA SEMARANG - "Doraemon: Nobita's Treasure Island" (Doraemon Nobita no Takarajima) adalah film terlaris kedua dalam franchise Doraemon setelah "Stand by Me Doraemon".
Film yang juga dikenal sebagai "Doraemon the Movie 2018" ini adalah film anime Doraemon yang ke-38.
Dengan penjualan tiket sebanyak 4.680.000, "Doraemon: Nobita's Treasure Island" menduduki peringkat ke-6 di chart film terlaris di Jepang pada tahun 2018.
Tak hanya laris di negara asalnya, "Doraemon: Nobita's Treasure Island" mendunia dan menjadi film box office yang menghasilkan pendapatan gross sebanyak 5.370.000.000 yen di Jepang, ditambah 33.812.757 dollar dari luar Jepang.
Film berdurasi 108 menit ini dibuat berdasarkan novel "Treasure Island" karya Robert Louis Stevenson yang dirilis pada tahun 1883. Skenarionya digarap oleh Genki Kawamura. Sutradara Kazuaki Imai dipilih untuk membesut "Doraemon: Nobita's Treasure Island" sebagai film franchise Doraemon pertamanya.
Saksikan "Doraemon: Nobita's Treasure Island" nanti malam di layar kaca! Film ini dapat menemani Anda dan keluarga menghabiskan malam Minggu sembari sekali lagi mempraktekkan seni menunggu tayangnya acara di TV.
Sinopsis "Doraemon: Nobita's Treasure Island"
Inilah sinopsis "Doraemon: Nobita's Treasure Island" yang dapat ditonton malam ini di salah stasiun TV lokal.
Nobita menjadi antusias dan bermimpi untuk menemukan sekaligus menjelajahi pulau harta karunnya sendiri setelah mendengar tentang kisah Pulau Harta Karun.
Karena seluruh pulau di Bumi ini telah dipetakan, Doraemon akhirnya memberi Nobita sebuah peta harta karun khusus yang menunjukkan lokasi pulau harta karun.
Baca Juga: Rating Episode Terbaru "The Interest of Love" Anjlok
Ketika media mengumumkan tentang ditemukannya pulau baru yang sama sekali tidak dikenal, Nobita percaya bahwa itulah pulau harta karun yang ia cari.
Nobita, Doraemon, Shizuka, Gian, dan Suneo pun berangkat menuju pulau tersebut dengan menaiki kapal yang telah disediakan oleh Doraemon. Sebenarnya Nobita hanya merekrut Doraemon dan Shizuka untuk menjadi rekan satu timnya tetapi Gian dan Suneo tak mau ketinggalan ikut dalam perjalanan itu.
Saat Nobita dan kawan-kawan hampir tiba di pulau, tiba-tiba sekelompok bajak laut menyerang kapal mereka.
Tak disangka, pulau yang mereka tuju mulai bergerak! Ternyata itu adalah pulau palsu. Pulau itu rupanya merupakan bagian dari kapal besar yang sangat canggih.
Nobita dan kawan-kawannya berhasil menyelamatkan Flock, seorang anak laki-laki yang tidak sadarkan diri. Namun sayang, mereka gagal mencegah para perompak membawa kabur Shizuka.
Dari Flock, mereka memperoleh informasi tentang identitas para perompak yang menyerang kapal mereka. Para perompak tersebut sebenarnya penjelajah waktu yang melakukan perjalanan ke jaman yang berbeda untuk mencuri harta karun dari dasar laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026