/
Minggu, 01 Januari 2023 | 11:06 WIB
Ilustrasi Kapal Perang milik TNI AL. (21/3/2022). (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)

SUARA SEMARANG - Kondisi pulau terluar bagian Utara Jawa Tengah yaitu Kepulauan Karimunjawa dalam keadaan genting.

Selama beberapa hari terkahir kondisi Karimunjawa makin genting terutama sebab semakin berkurang stok BBM.

Guna mengatasi kegentingan di Karimunjawa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menelepon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Rupanya Ganjar Pranowo ingin pinjam kapal perang milik TNI AL guna mengatasi kegentingan di Karimunjawa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal bawa kapal pernah ke Pulau Karimunjawa Jepara jika stok BBM terus menipis.

Ganjar Pranowo mengatakan bahwa persoalan BBM di Karimunjawa harus segera dicarikan solusi.

Permasalahan yang terjadi adalah BBM yang sudah ada tidak dapat dikirim karena tidak dapat menerobos ombak yang tinggi di perairan Laut Jawa. 

Satu-satunya solusi adalah mengirim BBM menggunakan kapal perang milik Angkatan Laut untuk menerobos ombak tinggi.

"Tadi sudah koordinasi dengan KSAL, langsung bilang oke dan langsung telepon Danlanal. Saya senang banget Pak KSAL memberikan dukungan. Tinggal teknisnya saja. Maka gambarannya tadi mungkin truk-truk tangki itu diisi penuh, berapa tangki, masukin kapal bawa ke sana. Ini solusi, tidak usah menunggu lama, kita musti kreatif, kita musti berkolaborasi untuk menyelesaikan itu," kata Ganjar.

Baca Juga: Jawa Tengah Punya Pusat Penelitian Rempah di Sido Muncul, Ganjar: Tiap Kedutaan Besar Buka Toko Rempah Kita Kuasai Dunia

Ganjar juga meminta kepada Penjabat Bupati Jepara Edi Supriyanta dan Camat Karimunjawa Muslikhin untuk standby dan memantau perkembangan dan memberikan informasi terkini di Karimunjawa.

"Kita akan pantau itu terus-menerus, Pak Bupati juga saya minta untuk standby, Camatnya saya minta standby agar kita bisa diberi informasi terupdate," jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Jepara Edi Supriyanta mengatakan kebutuhan BBM di Karimunjawa cukup besar. 

Dalam satu bulan kebutuhan BBM masyarakat adalah 75 ribu liter Biosolar dan 35 ribu liter Pertalite.

"BBM kita lagi menipis, yang ada di Karimunjawa sekarang sekarang tinggal Dexlite sebanyak 300 liter. Kita masih butuhkan biosolar 75 ribu liter, Pertalite 35 ribu liter. Kami harap nanti Pertamina sesegera mungkin mengirim apabila cuaca sudah bagus," kata Edi saat meninjau SPBU Karimunjawa.

Di ketahui, selama cuaca ekstrem telah menghambat jalur distribusi BBM di Pulau Karimunjawa. Stok pun makin menipis setiap harinya.

Load More