/
Minggu, 01 Januari 2023 | 11:06 WIB
Ilustrasi Kapal Perang milik TNI AL. (21/3/2022). (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)

Warga Karimunjawa, Kabupaten Jepara, berharap bahan bakar minyak (BBM) segera dikirimkan. 

Untuk segera mencukupi BBM maka Ganjar langsung berkoordinasi dengan Kepala Staff TNI Angkatan Laut (KSAL) untuk meminjam kapal perang guna mengangkut BBM ke Karimunjawa.

Informasi diterima stok BBM di SPBU Karimunjawa per hari Sabtu (31/12/2022) tinggal 300 liter Dexlite, sementara stok Pertalite dan Biosolar habis. 

Jumaliyah (32), warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, mengatakan, kelangkaan BBM itu sudah dialami warga Karimunjawa selama satu pekan terakhir. 

Itu juga mempengaruhi aktivitas masyarakat setempat bahkan untuk mengantar anak sekolah TPQ saja mulai tidak bisa.

"BBM ini habis, untuk (antar) anak ke sekolah TPQ susah. Ini sudah mulai banyak yang izin tidak masuk karena BBM habis. (Kesulitan) BBM ini sudah berlangsung satu minggu," katanya saat ditemui usia menerima bantuan sembako, Sabtu (31/12/2022).

Hal senada juga disampaikan oleh Sumarto (60). Warga Desa Karimunjawa itu mengatakan kelangkaan BBM yang terjadi hampir sepuluh hari terakhir itu mengganggu aktivitas warga. 

Apalagi Karimunjawa merupakan destinasi wisata. Jika pasokan BBM ke Karimunjawa terganggu maka sektor wisata juga dapat terganggu.

"Mengelola BBM kan sudah lama di sini, seharusnya pengelola BBM sudah tahu cuaca yang seperti ini kuota harus ditambah biar kegiatan masyarakat tidak terganggu. Sejak musim angin ini datang, BBM begitu sampai (di Karimunjawa) sepuluh hari sudah nggak ada (habis)," katanya.

Baca Juga: Jawa Tengah Punya Pusat Penelitian Rempah di Sido Muncul, Ganjar: Tiap Kedutaan Besar Buka Toko Rempah Kita Kuasai Dunia

Load More