SUARA SEMARANG - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini berdampak pada ketinggian ombak di pantai utara (pantura) dan pantai selatan (pansela) Jawa. Saat ini, ketinggian ombak di panturan dan pansela mencapai 1,25 meter hingga 4 meter. Ombak tinggi terjadi sejak akhir 2022 dan diperkirakan baru berakhir di awal 2023 ini.
Terkait hal itu, Pemprov Jateng mengimbau nelayan di pantura dan pansela menunda melaut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, telah menerbitkan surat imbauan melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesaia (HNSI) dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jawa Tengah. Isinya, meminta agar para nelayan menunda keberangkatan kapal mengingat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
"Kepada semua Kepala Pelabuhan Perikanan dan Syahbandar Perikanan diminta untuk memantau aktivitas kapal penangkap ikan di pelabuhan. Bila kondisi cuaca tidak memungkinkan maka penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB) ditunda hingga cuaca normal kembali dan memungkinkan kapal untuk berangkat," ujarnya, Kamis (5/1).
Fendi mengatakan, sekitar 90 persen kapal nelayan di Cilacap tidak melaut. Sementara yang kini belum melabuh di kampung asal, memilih bertahan di Pantai Pacitan dan Sendang Biru Provinsi Jawa Timur. Sedangkan, di pantura sebanyak 70 persen kapal bersandar di kolam pelabuhan dan berlindung di pulau terdekat sembari menunggu cuaca kembali membaik. Di antaranya di Legon Bajak Karimunjawa.
Di sisi lain, gegara cuaca buruk, jumlah tangkapan nelayan menurun. November tahun lalu, tangkapan nelayan hanya 12.397 ton. Angka itu turun sebanyak 64,61 persen dibandingan November tahun 2021 di mana tangkapan ikan kala itu masih mencapai 35.031 ton. Sedangkan, produksi penangkapan ikan pada Desember masih dalam penghitungan, di masing-masing pelabuhan.
"Cuaca ekstrem berdampak pada berkurangnya ikan hasil tangkapan nelayan dan aktivitas pelelangan di TPI. Kemarin kami bantu 146 paket sembako untuk keluarga nelayan di Kelurahan Tambaklorok Semarang," jelas Fendi. Di sisi lain, pihaknya terus memantau informasi cuaca dari BMKG yang kemudian diteruskan kepada pemilik kapal dan nelayan.
Berita Terkait
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Sabtu, 7 Januari 2023
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Kamis, 5 Januari 2023: Waspada Hujan Lebat
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Rabu, 4 Januari 2023
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Jumat, 30 Desember 2022: Waspada Hujan Petir
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Rabu, 28 Desember 2022: Hampir Seharian Hujan, Waspada Hujan Lebat Sore Hingga Malam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah
-
Park Ji Hoon Bintang The Kings Warden Siap Gelar Fancon di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak