SUARA SEMARANG - Pelatih Persib Bandung Luis Milla diprediksi akan mencoba konstruksi serangan baru dengan melibatkan 5 kiper mereka.
Pola Serangan yang akan diterapkan Luis Milla di Persib Bandung ini jadi tren di klub-klub eropa, salah satunya di Manchester City.
Taktik serangan Persib Bandung nantinya tak hanya akan melalui para playmaker atau gelandang namun juga bisa dari para kiper secara langsung.
Untuk itu, Luis Milla meminta kiper-kiper Persib Bandung mengasah insting melakukan serangan balik atau membangun serangan dari garis paling belakang.
Salah satu yang terlihat dilakukan adalah pelatih kiper Persib Bandung, Luizinho Passos memberikan porsi latihan yang agak berbeda pada 4 penjaga gawang.
Empat kiper Persib Bandung saat ini adalah Teja Paku Alam (TPA), Fitrul Dwi Rustapa, I Made Wirawan (IMW) dan Satrio Azhar.
Mereka diberikan latihan mengumpan jitu. Jika di era catenaccio Italia, kiper hanya bertugas sebagai penjaga gawang agar tak kebobolan.
Namun, saat sepakbola berkiblat pada total football maka kiper menjadi orang pertama yang membangun serangan dari belakang.
Hal itu juga bisa dilihat dari gaya permainan Manchester City di bawah Pep Guardiola. Kiper Brazil Ederson diminta cakap memainkan bola dengan kakinya.
Baca Juga: Instruksi Luis Milla? 3 Punggawa Persib Dipukul Saat Menunduk, Rachmat Irianto Kesakitan
Dalma video yang diunggah akun Persib Bandung, Luis Milla meminta para kiper berlatih mengumpan lambung secara tepat.
Instruksi itu dilaksanakan oleh Luizinho Passos dengan memberikan porsi latihan pada masing-masing kiper.
Dengan tingkat akurasi umpan yang bagus, maka harapannya, kiper Persib Bandung bisa memberikan umpan-umpan jitu ke lini tengah.
Atau jika memungkinkan Teja Paku Alam dkk bisa membuat assist hingga tercipta gol. Karena posisi kiper biasanya lebih leluasa dalam melihat pergerakan pemain di depan.
Jika pola serangan ini diterapkan Luis Milla, maka bisa jadi akan menjadi senjata ampuh Persib bandung di putaran kedua liga dan bisa mencetak lebih banyak peluang serta gol.***
Berita Terkait
-
Instruksi Luis Milla? 3 Punggawa Persib Dipukul Saat Menunduk, Rachmat Irianto Kesakitan
-
Bandung Tak Senyaman Cuitan Kang Emil, Warganet Ramai Komentari Maraknya Begal di Kota Kembang
-
3 Pelatih Liga 1 yang Paling Layak Gantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Salah Satunya Juru Taktik Persib Bandung
-
Tambah Kekuatan Lini Belakang, PSIS Semarang Pinjam Bayu Fiqri dari Persib Bandung
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati