SUARA SEMARANG -- Perdebatan terkait kehalalan suatu brand es krim, santer baru-baru ini. Produk multinasional tersebut nekad mengklaim dan menempelkan status halal di salah satu gerainya, meskipun belum dinyatakan lolos sertifikasi halal dari lembaga yang berwenang.
Sebagian warganet mengungkapkan keheranan mereka. Mengapa 'sekedar' es krim bisa diragukan kehalalannya ?
Wajar, bila muncul pertanyaan-pertanyaan demikian, karena pemahaman sebagian besar konsumen bahwa es krim adalah sebatas produk olahan susu dengan tambahan aneka rasa yang berasal dari buah-buahan. Kenyataannya, tidak sesimpel itu.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), mengungkapkan, setidaknya ada 5 titik kritis halal haram dari es krim.
1. Bahan-bahan berupa laktosa, whey protein concentrate (WPC) atau whey powder dan casein. Bahan-bahan tersebut adalah produk hasil samping industri keju.
"Proses penggumpalan keju menggunakan enzim rennin. Jika enzim yang digunakan bukan berasal dari bahan yang halal, misalnya babi atau sapi yang tidak disembelih secara Islami, maka turunan keju ini (laktosa, WPC, whey powder, casein) otomatis menjadi terkontaminasi bahan haram dan najis,"ungkap auditor Halal Senior LPPOM MUI, Hendra Utama, dikutip dari laman resmi LPPOM MUI, Jumat, (6/1/2023).
2. Gelatin
Salah satu bahan baku penting lainnya dari es krim adalah gelatin. Bahan ini dapat berasal dari tulang maupun kulit hewan.
"Empat puluh persen produksi gelatin dunia dihasilkan dari kulit babi, sisanya dari sapi, kerbau, yacht, dan ikan. Kalau dari sapi, kerbau, atau yacht harus jelas pula status penyembelihannya. Halal atau tidak?,"ungkap Hendra.
3. Mono-/di-gleserida dan polisorbate 80
Bahan tersebut bersumber dari lemak. Dengan demikian, untuk menentukan kehalalannya, perlu dipastikan apakah hewani atau nabati. Jika hewani harus mengikuti kaedah, tidak berasal dari hewan haram dan disembelih secara Islami.
4. Tambahan rasa / flavour
Salah satu pemikat dari es krim adalah adanya beragam rasa yang bisa dipilih sesuai dengan selera. Sehingga produsen membubuhkan aneka flavour ke dalam produk-produk mereka.
Hendra pun menyebutkan, jika berasal dari flavor buah alami seperti juice buah, mungkin relatif aman. Tetapi jika berasal dari flavor yang dihasilkan oleh flavor house, siapa yang bisa menjamin kehalalannya.
"Sekalipun flavor tersebut diklaim sebagai nature identical atau artificial flavor. Ada juga flavor yang termasuk digemari tetapi sebaiknya dijauh saja yakni rum and raisin. Karena ada kandungan khamrnya (rum). Jikapun bukan rum, tetapi berasal dari rum essence, tetap juga mesti dihilangkan dari keinginan untuk membelinya,"ungkap Hendra.
Empat titik kritis terkait halal haram es krim tersebut diharapkan bisa menambah pemahaman serta menjadi pertimbangan bagi konsumen. Namun demikian, untuk lebih memudahkan konsumen, sudah cukup banyak pula produk-produk es krim yang telah bersertifikasi halal MUI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam