SUARA SEMARANG - Suporter PSIS Semarang menjadi sasaran amuk fans sepakbola tanah air setelah sebelumnya Arema FC.
Alasannya, bentrok antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian dinilai menjadi hal bodoh yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Kedatangan suporter PSIS Semarang di kompleks Stadion Jatidiri dinilai sebagai tindakan yang bandel dan melanggar karena sebelumnya sudah diumumkan tanpa penonton.
Kejadian itu bermula dari laga derby Jateng antara PSIS Semarang melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri yang diputuskan tanpa penonton.
Akan tetapi banyak suporter PSIS Semarang yang nekat datang di Stadion Jatidiri hingga dihalau oleh aparat kepolisian.
Akan tetapi, selanjutnya terjadi bentrokan yang mengharuskan aparat kepolisian menghalau suporter PSIS Semarang dengan tembakan gas air mata.
Video kericuhan suporter PSIS Semarang tersebut tersebar luas di media sosial dan ramai dikomentari fans sepakbola tanah air.
Menurut mereka, tindakan suporter PSIS Semarang tersebut jelas melanggar aturan dan memang salah.
Mereka pun menyindir, setelah sebelumnya ramai-ramai mengamuk ke suporter Arema sebagai buntut tragedi kanjuruhan maka kini ramai-ramai mengamuk suporter PSIS Semarang.
Baca Juga: Kecolongan Gol Injury Time, Suporter PSIS Semarang Dihalau Gas Air Mata
"Fanatik boleh GOB*** jangan ,,,wingi biru etan saikii biru tengah," tulis akun @m.alif0707.
"Fanatisme buta dan fanatisme tolol itu sama ya ges. Kalau orang punya otak pasti taat sm peraturan," @yannuar01.
"Kalo bgini ceritanya jangan nyalahin polisi, udh di larang ada penonton masih aja keras kepala. Liganya rusak supporternya juga rusak, hancurr sepakbola Indonesia," @rayhaannn22.
Dalam video tersebut, ada juga suporter PSIS Semarang yang diamankan oleh aparat kepolisian.
Belum diketahui dengan pasti, apakah sanksi akan diterima PSIS Semarang usai terjadi bentrokan.
Namun, ricuh suporter PSIS Semarang bisa saja mengakibatkan semakin sulitnya perizinan laga yang digelar dengan penonton hadir di stadion.***
Berita Terkait
-
Polisi Pukul Mundur Suporter Ricuh Menjauh dari Kompleks Stadion Jatidiri Usai Laga PSIS Semarang vs Persis Solo
-
Kecolongan Gol Injury Time, Suporter PSIS Semarang Dihalau Gas Air Mata
-
Ricuh, Ribuan Suporter PSIS Semarang Memaksa Datang Stadion Jatidiri Saat Kontra Persis Solo
-
Asap Gas Air Mata Polisi Masuk Lapangan PSIS Semarang vs Persis Solo
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis
-
Gandeng Investor Eropa, Lampung Bakal Bangun Kilang Minyak Raksasa di Katibung
-
Dr. Kims Odd Creature: Manhwa Isekai yang Bikin Ngakak Sampai Sakit Perut!
-
5 Plus Minus Honda Vario 125 Street, Cocok Dipakai Buat Harian?
-
19 Pekerja PT BMI Lamongan Tumbang Akibat Menghirup Gas di Ruang Produksi
-
Diborgol, Oknum Brimob Bekingi Narkoba Gang Langgar Dibawa ke Jakarta
-
Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal
-
Mobil Hybrid Mewah yang Bikin Pengeluaran BBM Jadi Lebih Hemat
-
6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
-
Misteri Kerangka Manusia di Bukit Gumuk Tengu Jember: Jejak Margo Slamet di Balik Tebing Terjal