SUARA SEMARANG - Aksi rusuh suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian di stadion Jatidiri Semarang, Polrestabes Semarang langsung mengamankan 16 orang suporter dan menjalani pemeriksaan.
Kapolrestabes Semarang Kombes. Pol. Irwan Anwar,S.I.K.,SH.,M.Hum. mengatakan bahwa pihaknya polrestabes Semarang dalam tragedi rusuh dengan aparat di luar pintu stadion Jatidiri semarang telah menangkap dan memeriksa 16 orang.
“Ada 16 orang yang dimintai keterangan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang terkait dengan kerusuhan yang terjadi di depan stadion Jatidiri,” Kata Irwan di Mapolrestabes Semarang.
Lanjutnya, pihaknya kepolisian sedang mendalami dan melakukan pemeriksaan 16 orang tersebut, karena dalam kerusuhan tersebut ada sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
“Pasca kerusuhan ada beberapa kerusakan, kendaraan rusak fasilitas publik yang rusak dan 16 orang ini yang dimintai keterangan,” ucapnya.
Namun pihaknya Polrestabes belum dapat memastikan apakah belasan orang ini terbukti melakukan pengerusakan fasilitas umum tersebut.
“Tetapi nanti sejauh mana perannya dan kualitas keterangan tentu akan dipadukan dengan alat bukti lain. Nanti perkembangan akan kami sampaikan,” tuturnya.
Irwan menambahkan dengan terjadinya rusuh antara suporter dan aparat tujuh anggotanya harus mengalami luka ringan, namun ketujuh personel itu sudah mendapatkan perawatan dan kembali bertugas.
“Sebenarnya ada dari personel kami ada tujuh tapi luka ringan. Ibarat bermain bola kena tackle kemudian menerima perawatan dan bermain lagi. Ada tadi kena lemparan,” tambahnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Sabtu, 18 Februari 2023, Isra Miraj
Selain itu pihaknya Polrestabes Semarang juga memberikan perawatan bagi suporter yang terluka maupun membutuhkan pertolongan medis.
“Untuk suporter tadi ada yang kita berikan perawatan ada dua karena sesak nafas akibat gas air mata,” tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rusuh Suporter di Stadion Jatidiri Brutal, Polisi Bubarkan Dengan Gas Air Mata
-
Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Sabtu, 18 Februari 2023, Isra Miraj
-
Pentolan Panser Biru Pastikan Bus Persis Solo Aman Sampai Tujuan, Wareng: Jateng Gayeng!
-
2 Solusi Erick Thohir Hubungi Manajemen PSIS Semarang dan Panpel, Ungkit Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar