/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 09:32 WIB
Anggota kepolisian memberikan perawatan kepada suporter yang terluka, saat terjadi kerusuhan di Stadion Jatidiri Semarang. (SUARA SEMARANG)

SUARA SEMARANG - Aksi rusuh suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian di stadion Jatidiri Semarang, Polrestabes Semarang langsung mengamankan 16 orang suporter dan menjalani pemeriksaan.

Kapolrestabes Semarang Kombes. Pol. Irwan Anwar,S.I.K.,SH.,M.Hum. mengatakan bahwa pihaknya polrestabes Semarang dalam tragedi rusuh dengan aparat di luar pintu stadion Jatidiri semarang telah menangkap dan memeriksa 16 orang.

“Ada 16 orang yang dimintai keterangan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang terkait dengan kerusuhan yang terjadi di depan stadion Jatidiri,” Kata Irwan di Mapolrestabes Semarang. 

Lanjutnya, pihaknya kepolisian sedang mendalami dan melakukan pemeriksaan 16 orang tersebut, karena dalam kerusuhan tersebut ada sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

“Pasca kerusuhan ada beberapa kerusakan, kendaraan rusak fasilitas publik yang rusak dan 16 orang ini yang dimintai keterangan,” ucapnya. 

Namun pihaknya Polrestabes belum dapat memastikan apakah belasan orang ini terbukti melakukan pengerusakan fasilitas umum tersebut. 

“Tetapi nanti sejauh mana perannya dan kualitas keterangan tentu akan dipadukan dengan alat bukti lain. Nanti perkembangan akan kami sampaikan,” tuturnya. 

Irwan menambahkan dengan terjadinya rusuh antara suporter dan aparat tujuh anggotanya harus mengalami luka ringan, namun ketujuh personel itu sudah mendapatkan perawatan dan kembali bertugas. 

“Sebenarnya ada dari personel kami ada tujuh tapi luka ringan. Ibarat bermain bola kena tackle kemudian menerima perawatan dan bermain lagi. Ada tadi kena lemparan,” tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Sabtu, 18 Februari 2023, Isra Miraj

Selain itu pihaknya Polrestabes Semarang juga memberikan perawatan bagi suporter yang terluka maupun membutuhkan pertolongan medis.

“Untuk suporter tadi ada yang kita berikan perawatan ada dua karena sesak nafas akibat gas air mata,” tutupnya.

Load More