SUARA SEMARANG - Kerusuhan suporter PSIS Semarang dengan aparat yang berjaga di stadion Jatidiri Semarang semakin brutal, polisi ambil langkah luncurkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Kapolrestabes Kota Semarang Kombes. Pol. Irwan Anwar,S.I.K.,SH.,M.Hum. mengatakan bahwa aparat terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk memecah massa, karena desakan para suporter yang semakin brutal ingin masuk ke stadion Jatidiri Semarang, saat laga PSIS vs Persis berlangsung.
"Ketika serangan semakin brutal kepada petugas baru aparat luncurkan gas air mata untuk memecah massa, dan hal itu terjadi di luar stadion Jatidiri Semarang. Kami estimasi massa suporter yang hadir sekitar 1500an," tuturnya.
Terkait penggunaan gas air mata digunakan oleh kepolisian, Irwan menjelaskan bahwa hal itu setelah upaya kepolisian memberikan peringatan secara lisan dan melalui speaker, bahkan berkali-kali aparat mengingatkan, hingga melempar petugas pun masih mengingatkan saja.
"Peristiwa tadi itu setelah ada dorongan dari massa itu berada diluar stadion Jatidiri bahkan diluar pagar, mereka memaksa untuk tetap masuk kedalam stadion tanpa tiket, bahkan mas Yoyok tadi juga sudah memberikan penjelasan bahwa beberapa pertimbangan kenapa hal ini harus dilakukan, hingga apa akibatnya jika para suporter masuk ke stadion, namun hal itu juga masih diabaikan oleh adik-adik suporter," katanya.
Lanjutnya, dan kami dapat pastikan bahwa para penonton tadi itu, satupun tidak memiliki tiket, maka kita melakukan penyekatan dan jangan sampai penonton yang tanpa tiket ini tidak masuk ke lapangan Jatidiri Semarang.
Tag
Berita Terkait
-
Seorang Tergeletak, Gerombolan Beratribut Bonek Tendang Motor dan Polisi Sisir Pertigaan Genuk Semarang
-
Bonek di Semarang Rusak Motor Warga, Diangkut Truk Polisi
-
Polisi Bangunkan Bonek Tidur di Teras Mini Market Dekat Stadion Jatidiri Semarang, Disuruh Pulang ke Surabaya
-
HUT PDIP 2023 Cerita Megawati Dikejar Polisi, Banyak Kader Ditangkap
-
Identitas Pengendara Mobil Acungkan Pistol ke Pemotor di Jakarta, Polisi Periksa Saksi-saksi Ungkap Sosok Tersebut, Bermula Video Viral
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026