SUARA SEMARANG - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD punya pendapat hukum tentang kasus penganiayaan dialami David.
Mahfud MD memandang apa yang dialami David berupa kekerasan dan penganiayaan adalah ranah hukum pidana.
Karenanya, Mahfud MD menilai apa yang diucapkan Ayah David yakni Jonathan Latumahina adalah benar, dimana tidak ada kata damai.
Jonathan Latumahina sebelumnya, usai tahu anaknya jad korban penganiayaan sampai koma. Geram dengan menyebut tak akan berdamai.
Bahkan dia bakal menempuh jalur hukum untuk diproses dalam ranah pidana atas tidakan anak yang dilakukan oleh anak pejabat pajak bernama Mario Dandy Satriyo.
Di sisi lain, Mahfud MD dalam cuitan Twitter pribadinya menyataka proses hukum pidana harus berjalan.
Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy kepada David dikatakan Mahfud MD adalah serius.
Maka proses jalur hukum pidana wajib dilakukan, hal ini karena bukan perkara pidana ringan yang cukup dengan restorative justice.
Mahfud MD juga berpendapat apa yang terjadi kepada Mario Dandy dengan pamer kemewahan berimbas pada orang tuanya yang merupakan pegawai Pajak.
Baca Juga: Viral David Saat Kecil Mualaf Masuk Islam Minta Disyahadatkan di Muntilan Magelang
Hal itu meminta dan mendorong agar Kemenkeu harus memeriksa pula aliran hart orang tua Mario Dandy.
Sangat tidak elok pejabat pemerintah meski hanya anaknya yang pamer hedonisme dan foya-foya.
"Tdk ada perdamaian atau permaafan dlm hukum pidana. Utk perkara ringan mmg ada restorative justice. Penganiayaan yg dilakukan oleh anak pejabat ini hrs diproses hukum. Scr hkm administrasi Pjbt yg pny anak dlm tanggungan hedonis dan ber-foya2 hrs diperiksa" cuit Twitter Mahfud MD.
Kekinian, Mario Dandy sudah ditahan oleh pihak kepolisian sebagai tersangka penganiayaan kepada David.
Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga bersikap mengecam apa yang terjadi terhadap pejabat Pajak yang anaknya pamer kemewahan.
Kemenkeu melalui inspektorat juga akan bertindak jika memang ada hal pelanggaran disiplin dan integritas dalam penanganan korupsi.
Tag
Berita Terkait
-
Akibat Ulah Mario Dandy Aniaya David Viral, Jabatan sang ayah Rafael Alun Trisambodo Dicopot langsung oleh Menteri Keuangan
-
Saat Mahfud MD Sebut PSSI, PT LIB, Panpel, Broadcasting, Keamanan, Saling Hindar Tanggung Jawab: Tanda Tersangka Baru Muncul ?
-
Mahfud MD Ungkap Temuan TGPF Tragedi Kanjuruhan: Saling Lempar Tanggung Jawab PSSI, PT LIB, Panpel, Broadcasting, Keamanan
-
Mahfud MD Sebut Panpel dan Over Kapasitas Penonton, Publik: Seret Dong Pak Broadcasting, dan Gas Air Mata
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana