/
Jum'at, 24 Maret 2023 | 15:38 WIB
Ilustrasi kebakaran kilang minyak. [Istimewa] (Istimewa)

SUARA SEMARANG – Korban meninggal dunia akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara bertambah menjadi 33 orang.

Data itu didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta seperti dikuti PMJ, Jumat ( 24/3/2023)

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, selain korban meninggal dunia, sebanyak 11 orang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Total korban meninggal sebanyak 33 orang. Sedangkan, sebanyak 11 orang masih dalam penanganan tim medis di 1 rumah sakit,” ujarnya

Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta mendapatkan perawatan dengan optimal.

Sementara  hingga kamis kemarin, sudah tidak ada lagi masyarakat yang terdampak kebakaran di posko pengungsian. 

Disisi lain Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan depo Pertamina Plumpang sudah sangat tidak layak lantaran berada di tengah kawasan padat penduduk serta tidak tersedia "buffer water" cukup yang dibutuhkan untuk proses pendinginan pipa.

Padahal, menurut Fahmy, pendistribusian BBM dari kilang ke Depo Pertamina menggunakan pipa yang sebagian melewati kawasan penduduk, sehingga saat pipa terbakar pasti akan menyebabkan kebakaran rumah penduduk di sekitarnya.

Untuk itu  pemindahan Depo Pertamina Plumpang merupakan opsi yang tepat untuk mencegah tragedi kebakaran berulang di kemudian hari. 

Baca Juga: Datangi Jokowi di Istana, Puan Ajak Bicara Soal Bagaimana Pemilu Bisa Terlaksana Tepat Waktu

"Opsi pemindahan Depo Pertamina Plumpang merupakan opsi yang tepat dan cepat, dengan beberapa alasan. Pertama, penyulut kebakaran berawal dari Depo Pertamina Plumpang, bukan rumah penduduk," kata Fahmy 

Ia menambahkan pimindahan Depo Pertamina Plumpang dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan merelokasi rumah warga di kawasan itu.

"Pemindahan Depo Pertamina dapat diputuskan secara cepat oleh direksi Pertamina, Sedangkan keputusan relokasi kawasan penduduk lebih lama karena melibatkan beberapa pihak yakni Pertamina, Pemda DKI, dan warga," kata dia. 

Load More