SUARA SEMARANG - Ketua Panpel PSIS Semarang, Danur Rispriyanto mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI buntut terjadinya kerusuhan yang terjadi antara Snex dan kelompok pendukung PSS Sleman pada Minggu (2/4/2023) lalu.
Adapun sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI adalah larangan Danur Rispriyanto untuk beraktivitas di dalam kompetisi resmi PSSI di musim 2023/2024.
Selain itu, Danur Rispriyanto juga harus membayar denda sebesar Rp20 juta untuk mempertanggungjawabkan kejadian tersebut.
Danur Rispriyanto sebagai ketua Panpel PSIS Semarang dinilai tidak bisa mengantisipasi terjadinya keributan antara Snex dan kelompok pendukung PSS Sleman.
Dalam kerusuhan tersebut, beberapa orang juga bisa turun ke sentel ban lapangan Stadion Jatidiri, Kota Semarang.
Hukuman tersebut tertuang dalam hasil sidang Komdis PSSI pada 14 April 2023 dan tertulis dalam laman resmi PSSI, berikut ini isinya:
- Sdr. Danur Rispriyanto (Ketua Panitia Pelaksana PSIS Semarang)
- Nama Kompetisi: BRI Liga 1 2022/2023
- Pertandingan: PSIS Semarang vs PSS Sleman
Baca Juga: Sudah Tahu Alfabet Meski Belum Genap 2 Tahun, Rupanya Ini Rahasia Sus Rini Dalam Ajarkan Rayyanza
- Tanggal Kejadian: 2 April 2023
- Jenis Pelanggaran: gagal mengantisipasi terjadinya keributan serta masuknya suporter ke area sentel ban sebelah Utara dan area lapangan pertandingan yang mengakibatkan beberapa penonton terluka
- Hukuman: tidak boleh terlibat beraktivitas di dalam kompetisi resmi PSSI Liga 1 Tahun 2023/2024; denda Rp20.000.000
Selain itu, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda kepada klub PSIS Semarang dan PSS Sleman sebesar masing-masing Rp75 juta.
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan pihaknya sudah menerima keputusan tersebut.
"Pertama, kami menerima segala keputusan yang terjadi. Kami berharap hukuman itu menjadi pembelajaran bagi kita semua ke depannya lebih tertib dan bisa menjaga kondusifitas pada saat berangkat ke stadion, pertandingan berlangsung hingga pulang ke rumah," ujar Yoyok Sukawi, Minggu (16/4/2023).
"Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Snex yang pada kejadian kemarin terlibat. Snex juga mengatakan akan bertanggung jawab terhadap keputusan hukuman," sambugnya.
Pada musim depan, Yoyok Sukawi akan melakukan langkah-langkah menggelar pelatihan steward dari unsur suporter agar bisa membantu menjaga kondusifitas pertandingan.
"Ke depan kami juga telah siapkan langkah-langkah preventif seperti untuk menyambut kompetisi musim depan, kami akan adakan pelatihan steward dari unsur suporter supaya saat pertandingan berlangsung bisa menjalankan tugasnya," tutup Yoyok Sukawi.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-22 Batal Lawan PSM Makassar, Indra Sjafri Siapkan Laga Internal
-
Snex Bikin PSIS Semarang Kena Denda Rp75 Juta, Nur Yahya: Kami Akan Open Donasi
-
Erick Thohir akan Undang Keluarga Pemain Timnas Indonesia U-22 saat Lebaran Nanti
-
Wiljan Pluim Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik, Berikut Daftar Lengkap Penghargaan BRI Liga 1 2022/23
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123