/
Senin, 17 April 2023 | 12:06 WIB
Ketua Panpel PSIS Semarang, Danur Rispriyanto (instagram @danur_pakdew)

SUARA SEMARANG - Ketua Panpel PSIS Semarang, Danur Rispriyanto mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI buntut terjadinya kerusuhan yang terjadi antara Snex dan kelompok pendukung PSS Sleman pada Minggu (2/4/2023) lalu.

Adapun sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI adalah larangan Danur Rispriyanto untuk beraktivitas di dalam kompetisi resmi PSSI di musim 2023/2024.

Selain itu, Danur Rispriyanto juga harus membayar denda sebesar Rp20 juta untuk mempertanggungjawabkan kejadian tersebut.

Danur Rispriyanto sebagai ketua Panpel PSIS Semarang dinilai tidak bisa mengantisipasi terjadinya keributan antara Snex dan kelompok pendukung PSS Sleman.

Dalam kerusuhan tersebut, beberapa orang juga bisa turun ke sentel ban lapangan Stadion Jatidiri, Kota Semarang.

Hukuman tersebut tertuang dalam hasil sidang Komdis PSSI pada 14 April 2023 dan tertulis dalam laman resmi PSSI, berikut ini isinya:

- Sdr. Danur Rispriyanto (Ketua Panitia Pelaksana PSIS Semarang)

- Nama Kompetisi: BRI Liga 1 2022/2023

- Pertandingan: PSIS Semarang vs PSS Sleman

Baca Juga: Sudah Tahu Alfabet Meski Belum Genap 2 Tahun, Rupanya Ini Rahasia Sus Rini Dalam Ajarkan Rayyanza

- Tanggal Kejadian: 2 April 2023

- Jenis Pelanggaran: gagal mengantisipasi terjadinya keributan serta masuknya suporter ke area sentel ban sebelah Utara dan area lapangan pertandingan yang mengakibatkan beberapa penonton terluka

- Hukuman: tidak boleh terlibat beraktivitas di dalam kompetisi resmi PSSI Liga 1 Tahun 2023/2024; denda Rp20.000.000

Selain itu, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda kepada klub PSIS Semarang dan PSS Sleman sebesar masing-masing Rp75 juta.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan pihaknya sudah menerima keputusan tersebut.

"Pertama, kami menerima segala keputusan yang terjadi. Kami berharap hukuman itu menjadi pembelajaran bagi kita semua ke depannya lebih tertib dan bisa menjaga kondusifitas pada saat berangkat ke stadion, pertandingan berlangsung hingga pulang ke rumah," ujar Yoyok Sukawi, Minggu (16/4/2023).

Load More