SUARA SEMARANG – Sejumlah kondisi yang tidak sesuai dengan harapan seringkali membuat kita kecewa, tidak nyaman hingga memantik timbulnya emosi-emosi negatif.
Kekecewaan mendalam dengan berbagai getaran negatif yang menyertai, akan berdampak buruk baik pada kesehatan fisik maupun mental, bila tak segera diatasi.
Women Empowerment Coach, Mindfulness & Mental Health Practitioner, Nia Nurdiansyah mengungkapkan, berdasarkan Skala Hawkins, emosi manusia terbagi menjadi 17 tingkatan, mulai dari skala 0 – 1000.
Emosi yang berada pada level kurang dari 200 masuk dalam kelompok Force, disebut juga getaran negatif. Sedangkan emosi dengan level di atasnya, masuk dalam kelompok Power, atau getaran positif.
Getaran-getaran negatif dalam kelompok Force diantaranya, perasaan hina, perasaan bersalah, putus asa, menyesal, cemas, rakus, marah serta sombong. Sedangkan kelompok Power terdiri dari perasaan berani, netral, optimis, menerima, memberi makna, welas asih, suka cita, damai dan pencerahan.
Saat dirundung kecewa, pertama kita perlu menyadari emosi apa yang tengah menyelimuti diri. Pemahaman akan skala Hawkins ini sangat membantu dalam mengenali kondisi emosi baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Langkah kedua menerima dengan ikhlas kondisi yang menimpa kita, maupun emosi-emosi yang tengah berkecambuk di dalam diri.
Setelah memahami di mana posisi kita, maka langkah ketiga adalah proses healing. Yaitu bergeser, pindah dari level kesadaran emosi rendah atau negatif, ke level kesadaran emosi yang lebih tinggi.
“Metode atau strategi apa pun yang diterapkan, intinya adalah menggeser, menaikkan level kesadaran emosi dari kelompok energi negatif ke positif,” ujarnya dalam Healing Class Ramadhan Cantik bersama Ami Beauty dan Venus Cosmetic di Ibis Style Hotel, Semarang, Sabtu (15/4/2023).
Baca Juga: Kalau Pacaran Bisa Bahagia, Lantas Kenapa Harus Taaruf ? Ini Alasannya
Beberapa di antara upaya menaikkan level energi dari emosi negatif ke area positif adalah dengan melakukan mindfulness breathing, melatih deep breathing serta teknik pernapasan 4 – 7 – 8.
Bila telah berhasil menaikkan level, kita dapat berupaya mempertahakan posisi dengan proses empowerment, mengembangkan minat maupun berbagi kemampuan ke orang lain.
Diantaranya dengan join beauty class yang dalam kesempatan tersebut juga digelar oleh Venus Cosmetic dan dipandu oleh Makeup Artist Ami Bride, Sundus Aisya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Trio Brasil Arema FC Mengamuk, Benamkan PSM Makassar Tiga Gol Tanpa Balas
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Pilihan Redaksi: 5 Film Netflix Siap Isi Malam Minggu dengan Adrenalin
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Pengawal Pribadi Gubernur Kepri Terseret Pengawalan Bos Judol, Polda Angkat Bicara
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru