SUARA SEMARANG - Di jeda musim, PSIS Semarang mendepak dua penjaga gawangnya, yaitu Yofandani dan Ray Redondo.
Dengan demikian, praktis posisi penjaga gawang PSIS Semarang saat ini yang tertinggal hanyalah Adi Satryo.
Dalam laman resmi klub, dijelaskan Yofandani dan Ray Redondo adalah pemain yang terdepak berdasarkan hasil evaluasi internal PSIS Semarang.
“Setelah beberapa pemain sebelumnya, hari ini kami umumkan bahwa kiper Redondo kami lepas,” tutur CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi pada Selasa (2/5/2023).
Ray Redondo bermain sebanyak 13 laga dan 3 laga di antaranya berhasil tidak kebobolan alias clean sheet.
Setelah mengumumkan melepas dua penjaga gawang, rencananya Yoyok Sukawi akan segera mengumumkan dua kiper pengganti untuk PSIS Semarang musim depan.
“Terima kasih ya Redondo, sukses di perjalanan karir ke depannya. Setelah dua penjaga gawang kami lepas, kami setelah ini juga akan mengumumkan dua penjaga gawang rekrutan terbaru,” tutup Yoyok Sukawi.
Di kolom komentar instagram PSIS Semarang, ramai para pendukung menginginkan ada sosok lainnya yang diumumkan untuk keluar.
Tidak hanya dari sisi pemain, beberapa netizen juga menuliskan keinginannya agar manajemen juga mengevaluasi tim pelatih.
Dengan keluarnya Ray Redondo, total terdapat enam pemain yang terdepak dalam evaluasi yang dilakukan manajemen PSIS Semarang.
Mereka adalah Taufik Hidayat, Rio Fujii, Yofandani, Reza Irfana dan Kartika Vedhayanto hingga Ray Redondo yang pada musim depan tidak akan bersergam PSIS Semarang lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata