SUARA SEMARANG - Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita memberikan klatifikasi keterangan tentang penglola Stadion Citarum.
Mbak Ita menyebut jika memang benar saat ini pengelola Stadion Citarum bukanlagi PSIS Semarang atau PT Mahesa Jenar.
Meski begitu, berkembang di masyarakat seolah Pemkot Semarang melarang atau mengusir PSIS untuk tidak lagi bermarkas atau menggunakan Stadion Citarum.
Kabar tersebut dikatakan Mbak Ita salah persepsi atau miss komunikasi. Di mana yang terjadi bukanlah mengusir namun hanya tentang pemanfaatan aset.
"Kemaren mungkin memang terjadi ada miss komunikasi
Intinya bagaimana kita memanfaatkan aset itu dengan betul, jadi bukan terusir atau sebagainya," kata Mbak Ita, Senin 5 Mei 2023.
Kepada masyarakat, Mbak Ita ingin menginformasikan bahwasannya Stadion Citarum merupakan aset dari Pemkot Semarang.
Karenanya, PSIS Semarang melalui PT Mahesa Jenar menyewa dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Di mana telah berakhir masa sewa pada bulan April 2023.
Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang selaku pemegang aset kemudian melakukan review apakah PT Mahesa Jenar kembali memperpanjang kontrak atau tidak.
"Pada saat lalu memang semuanya diserahkan ke Dinpora, karena Dinpora ini semua yang melakukan, tidak ada intervensi dari siapapun, saya pun juga ggak tau, tau tau ada berita begitu, saya jadi kaget," katanya.
Baca Juga: 3 Tahun Dikelola PT Mahesa Jenar, Kondisi Stadion Citarum Semarang Banyak yang Rusak
Dari koordinasi yang ada, rupanya PT Mahesa Jenar tak memperpanjang kontrak sehingga secara otomatis PSIS Semarang tak bisa lagi menggunakan Stadion Citarum sebagai homebase atau kantor sekretariat.
Karena pemutusan kontrak, kemudian telah disepakati dengan pengelola yang baru antara Dinpora bersama PT Saudara Meroket Bersama (SMB).
Kerjasama yang baru dengan pengelola baru juga tak ada masalah berjalan sebagaimana mestinya. Pihak PT Mahesa Jenar juga sudah tak mempermasalahkan.
"Sehingga pada saat kemaren ada permasalahan itu, saya minta dari dari Dinpora untuk menjelaskan, karena mungkin pada saat pemutusan kontrak dan ada yang baru, mungkin tidak terekspos, tidak ada orang mengetahui," katanya.
Mbak Ita juga menegaskan, bahwa soal aset semuanya harus dilakukan optimalisasi. Maka, Stadion Citarum pun harus mendapat pengelola yang baru untuk kemudian dimanfaatkan fasilitas yang ada secara komersil.
"Pengolala itu berbeda dengan pemanfaatan, seperti di GBK, antara pengelola dan pemakai ini berbeda. Makannya kemaren saya sampaikan kepada Dinpora, menyampaikan sejelas jelasnya, segamblang gamblangnya," katanya.
Mbak Ita juga memantau terkait masa kontrak Stadion Citarum yang masa sewa jatuh tempo dari PT Mahesa Jenar.
"Pada saat itu, saya juga sudah menerima memo, sudah disampaikan akan jatuh tempo pengelola," katanya.
Pihaknya lalu melakukan koordinasi dengan Dinpora apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mengelola aset Stadion Citarum.
Sesuai dengan ketentuan yang ada maka wajib dicari pengelola yang baru.
"Saya cuman normatif saja, kaji dan evaluasi dan sesuai ketentuan
Karena aset ini tidak bisa sembarangan, aset aset itu harus dikelola dengan baik, kalo nanti ada yang mengelola silahkan, tapi dengan aturan aturan yang ada," katanya.
"Sebenarnya bukan hasil evaluasi itu, kalo masa kontrak habis pasti di tawarkan, kalo gak mau, ya ditawarkan orang lain, kalo mau ya ayok cepet bayar, seperti itu lah ilustrasinya," katanya.
Maka dari itu, apa yang sudah diputuskan Dinpora adalah benar, semua sudah sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dalam pengeloan aset Stadion Citarum.
"Jadi tidak betul diusir, jadi kalo sudah selesai kontrak ya kita memberikan hak ke orang lain untuk yang mengontrak, mungkin bisa lebih besar. Kami dari pemkot bukan mau gimana gimana, tapi bagaimana kita kembali lagi menegakkan aturan yang ada, itu saja," katanya.
Soal nilai kontrak, Mbak Ita menyebut untuk pengelola baru ada kenaikan dibandingkan sebelumnya dengan PT Mahesa Jenar.
Di ketahui, saat PSIS Semarang sebagai penyewa memiliki nilai kontrak sewa Rp 1 miliar pertahun. Sedangkan dengan PT Saudara Meroket Bersama lebih tinggi yaitu Rp 1,1 miliar pertahun.
"Memang ada kenaikan nilai kontrak, itu pasti ada kajian, kalo kami bicara pemanfaatan aset pemkot, itu pasti pakai kajian, kemudian ada prosesnya," katanya.
"Saya mendengar dari Dinpora sudah diberikan toleransi, tetapi tidak perpanjang, ahirnya kalo diberikan ke orang lain, sah sah saja," katanya.
Dengan adanya pengelola baru, maka keberlanjutan Stadion Citarum akan terus berlangsung sebagai aset Pemkot Semarang yang mengahasilkan pendapatan daerah.
Karenanya pula, ia tetap memperbolehkan siapa saja atau bahkan PSIS Semarang untuk memanfatkan lapangan Stadion Citarum berlatih.
"Tidak ada keinginan gak boleh atau sebagainya, PSIS mapun klub lain mau melakukan kegiatan disana, silahkan, tapi harus ada yang mengelola," katanya.
Pengelola yang baru kata Mbak Ita juga sudah berkomitmen untuk merawat menjadikan Stadion Citarum lebih baik dan terlihat cantik
"Kita ingin stadion bagus, kelihatan cantik, kalo sekarang kondisinya, mungkin tidak terlalu baik, kan juga sayang. Sehingga kita harus betul betul, sama sama merawat, monitoring, agar bermanfaat, dan ini kita kembalikan lagi agar masyarakat juga bisa memakai," katanya.***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pramono Anung Usul Haul Ulama Betawi Jadi Agenda Rutin HUT Jakarta
-
PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Keluarga Virgoun Respons Kabar Lindi Fitriyana Hamil di Luar Nikah
-
Di Antara Seteguk Air dan Sebutir Kurma
-
Cari HP Budget 5 Jutaan? Ini 5 HP Spek Flagship Paling Masuk Akal
-
5 Rekomendasi Toner untuk Melembapkan Wajah yang Kering Selama Puasa
-
Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak
-
KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati, Dalami Kasus Suap Jabatan Desa yang Jerat Sudewo
-
Sulit Tembus Skuad Utama, Elkan Baggott Didesak Tinggalkan Ipswich Town Musim Depan